Inti berita:
• Anthropic menuduh Alibaba melakukan pengambilan data secara tidak sah terhadap model AI Claude untuk kepentingan pengembangan teknologi internal, sementara Alibaba belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
METROSELEBES.com, JAKARTA - Di tengah perlombaan global menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI), sebuah tuduhan serius kembali memperlihatkan betapa panasnya persaingan antara perusahaan teknologi Amerika Serikat dan China. Kali ini, perusahaan AI asal Amerika, Anthropic, menuding raksasa teknologi China Alibaba melakukan pengambilan data secara tidak sah terhadap model AI andalannya, Claude.
Anthropic mengungkapkan bahwa tim keamanan mereka menemukan aktivitas yang diduga sebagai upaya mengekstraksi kemampuan model AI dalam jumlah besar. Perusahaan tersebut menilai praktik itu berpotensi digunakan untuk mempelajari pola respons, logika penalaran, hingga karakteristik sistem Claude guna mempercepat pengembangan model AI lain tanpa melalui proses riset yang panjang.
Dalam pernyataannya, Anthropic menyebut insiden tersebut sebagai salah satu dugaan eksploitasi kekayaan intelektual paling signifikan yang pernah mereka hadapi. “Kami mendeteksi aktivitas yang menunjukkan adanya upaya sistematis untuk mengekstraksi kemampuan model dalam skala besar,” demikian pernyataan yang disampaikan pihak Anthropic terkait temuan tersebut.
Menurut sejumlah pengamat industri, praktik yang dikenal sebagai model scraping memang menjadi salah satu tantangan baru dalam era AI generatif. Melalui metode tertentu, pelaku dapat mengumpulkan sejumlah besar keluaran sistem AI untuk dianalisis dan dimanfaatkan dalam pengembangan teknologi serupa, meski legalitas dan batas etisnya masih menjadi perdebatan di berbagai negara.
Di sisi lain, hingga laporan ini ditulis, Alibaba belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dilayangkan Anthropic. Belum ada konfirmasi maupun bantahan rinci dari perusahaan yang berbasis di Beijing tersebut mengenai dugaan aktivitas pengambilan data yang disebut terjadi terhadap model Claude.
Baca juga: Bang Philip Pimpin Aksi Emak-emak di Makassar, Minta Program MBG Tak Dihentikan
Kasus ini langsung menarik perhatian karena muncul di tengah ketatnya persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China. Kedua negara selama beberapa tahun terakhir saling memperkuat kebijakan terkait ekspor teknologi canggih, semikonduktor, dan pengembangan kecerdasan buatan yang kini dianggap sebagai aset strategis bernilai tinggi.
Para analis menilai perselisihan semacam ini berpotensi semakin sering terjadi seiring meningkatnya nilai ekonomi industri AI global. Selain memunculkan persoalan hukum terkait hak kekayaan intelektual, kasus Anthropic dan Alibaba juga menjadi pengingat bahwa keamanan data, perlindungan inovasi, dan transparansi pengembangan AI akan menjadi isu penting dalam persaingan teknologi dunia ke depan. (*)
(Ade/Man)
Artikel Terkait
Diduga Dapur SPPG Muncul di Tengah Permukiman Tamalanrea, Warga Minta Kejelasan Soal Pengelolaan Limbah
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH Usai Pengakuan Terima Rp20 Juta, Kampus Buka Investigasi Internal
Aksi Heroik Emak-emak Bongkar Dugaan Lapak Sabu di Labura, Video Viral Bikin Polisi Bergerak
Bang Philip Pimpin Aksi Emak-emak di Makassar, Minta Program MBG Tak Dihentikan
Ebola Bundibugyo Mengganas di Afrika Timur, WHO Minta Perbatasan Tetap Dibuka dan Pengawasan Diperketat