Kerinci Tetap Nikmati Listrik Stabil di Tengah Blackout Sumatera, Ini Penjelasan PLN

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Kamis, 2 Juli 2026 | 08:51 WIB
FOTO: Tampak PLTA KMH Kota Sungai Penuh tetap menikmati pasokan listrik saat blackout landa sejumlah wilayah di Sumatera berkat dukungan PLTA Kerinci.(Dok.Instagram@zonaebt)
FOTO: Tampak PLTA KMH Kota Sungai Penuh tetap menikmati pasokan listrik saat blackout landa sejumlah wilayah di Sumatera berkat dukungan PLTA Kerinci.(Dok.Instagram@zonaebt)

Inti berita:

Kerinci dan Kota Sungai Penuh tetap terhindar dari blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera karena mendapat pasokan listrik dari PLTA Kerinci Merangin Hidro (KMH) melalui jaringan transmisi yang berbeda dengan sistem yang mengalami gangguan.

 

METROSELEBES.com, KERINCI – Gangguan kelistrikan berskala besar yang sempat melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera tidak berdampak pada Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Saat daerah lain mengalami pemadaman, masyarakat di dua wilayah tersebut tetap memperoleh pasokan listrik sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi berjalan normal.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sistem penyaluran listrik yang berbeda dengan wilayah yang terdampak blackout. Pasokan energi untuk Kerinci dan Sungai Penuh disalurkan melalui jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada jaringan transmisi yang mengalami gangguan saat insiden berlangsung.

Manager PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa pemadaman massal dipicu oleh gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai. Akibat gangguan itu, sebagian pembangkit di sistem Sumatera tidak dapat menyalurkan energi listrik ke jaringan utama. Namun, jalur pasokan menuju Kerinci dan Sungai Penuh tetap beroperasi sehingga kedua daerah tidak ikut terdampak.

Baca juga: Sengketa Lahan Warnai Proyek Tol Pekanbaru-Rengat, Ahli Waris Adat Laporkan Dugaan Penyerobotan ke Menko Polkam 

Selain didukung jalur transmisi yang berbeda, keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut juga diperkuat oleh keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro (KMH). Pembangkit ini menjadi sumber energi utama yang memasok kebutuhan listrik masyarakat melalui sistem PLN di kawasan Kerinci dan Sungai Penuh.

Manager PLTA PT KMH, Aslori Ilham, mengatakan seluruh unit pembangkit telah beroperasi penuh sejak November 2025. Empat unit turbin yang tersedia memiliki kapasitas produksi sekitar 350 megawatt (MW), dengan masing-masing turbin mampu menghasilkan daya sekitar 87,4 MW. Besaran energi yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan sistem, mulai sekitar 100 MW pada siang hari hingga mendekati kapasitas maksimal saat beban puncak pada sore dan malam.

Baca juga: Mulai 1 Juli 2026, Pertamina Pangkas Tiga Harga BBM Nonsubsidi, Pertamina Dex Turun hingga Rp3.650 per Liter 

Menurut Aslori, kapasitas PLTA KMH tidak hanya mencukupi kebutuhan listrik Kerinci dan Sungai Penuh, tetapi juga memiliki potensi menopang sistem kelistrikan yang lebih luas di Provinsi Jambi. Keberadaan pembangkit tersebut dinilai menjadi salah satu infrastruktur strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi di daerah.

Peristiwa blackout di Sumatera menjadi bukti pentingnya keberadaan pembangkit listrik lokal dan jaringan transmisi yang andal. Dengan dukungan PLTA KMH serta jalur distribusi yang terpisah dari jaringan yang mengalami gangguan, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tetap menikmati pasokan listrik tanpa mengalami pemadaman sebagaimana terjadi di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatera.(*)

(Hasiah)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

X