SMRC melibatkan 1.213 responden yang memiliki hak pilih, terdiri atas 1.013 responden pengguna telepon seluler yang diwawancarai melalui telepon serta 200 responden tanpa telepon seluler yang diwawancarai secara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga: Hasyim Asy’ari Bantah Pasal Pencalonan Gibran Diselundupkan, Ini Alasannya
Sebanyak 13,9 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban. Karena itu, hasil tersebut perlu dibaca sebagai potret opini publik pada periode survei, bukan prediksi final hasil pemilihan presiden.
Sebelumnya, muncul survei dari CELIOS yang mengklaim hasil surveynya menunjukkan 75 persen respondennya stres terhadap kinerja Prabowo-Gibran, namun hal tersebut dipertanyakan politisi Gerindra, Sugiat Santoso.
Baca juga: Manajer Kopdes Tetap Terima Gaji Sebelum Gerai Beroperasi, Kemenkop Ungkap Alasannya
Di sisi lain, KDM enggan berbicara Pilpres 2029. "Tidak ada calon presiden, presiden cuman Prabowo," ujar KDM sambil menegaskan saat ini dirinya fokus kerja di wilayah Jabar ketimbang memikirkan politik.
Prabowo sendiri digadang-gadang akan maju di Pilpres 2029, tentu dengan partai dan dukungan koalisi, dinamika politik tanah air akan terus berproses hingga menjelang Pilpres 2029.
Hasil survei tersebut di atas, bukan satu-satunya ukuran, bagi Prabowo-Gibran, menuntaskan masa pemerintahan dengan menunjukkan kinerja positif jauh lebih efektif ketimbang memikirkan hasil survei. (*)
(Sam/Ris)