Inti berita:
• Pengakuan Ketua BEM FH UBK memicu polemik internal kampus.
• Isu penerimaan uang usai aksi mahasiswa jadi sorotan publik.
• Klarifikasi berbagai pihak dinantikan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
METROSELEBES.com, JAKARTA — Sepekan setelah aksi jalanan berakhir dan perwakilan mahasiswa diterima di kantor Wakil Presiden, gelombang baru justru muncul dari dalam kampus. Forum klarifikasi yang digelar mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) mendadak menjadi perhatian setelah muncul pengakuan terkait penerimaan uang yang diduga berkaitan dengan mobilisasi massa aksi.
Polemik itu bermula ketika Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin, menyampaikan penjelasan terbuka di hadapan civitas akademika. Video forum tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memunculkan beragam respons, mulai dari kritik hingga tuntutan transparansi dari kalangan mahasiswa sendiri.
Baca juga: Usai Soroti Dugaan Korupsi, Delapan Media Dilanda Serangan Siber Massif
Dalam forum itu, Abdimaludin mengakui pernah menerima sejumlah uang menjelang aksi “Tata Ulang Indonesia” yang berlangsung pada 15 Juni 2026. Ia menjelaskan dana tersebut tidak sepenuhnya berada di tangannya karena sebagian telah diberikan kepada beberapa pihak yang disebut terlibat dalam rangkaian kegiatan aksi.
Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai bagaimana proses komunikasi antara mahasiswa dan pihak luar sebelum demonstrasi berlangsung. Terlebih, Abdimaludin juga menyebut adanya sosok yang dikenalnya melalui jaringan alumni serta keterkaitan seorang anggota kepolisian dalam peristiwa tersebut.
Di tengah sorotan itu, publik kembali menyinggung pertemuan tertutup antara sejumlah mahasiswa UBK dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berlangsung usai aksi. Saat itu, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan dan kritik terhadap berbagai program pemerintah dalam forum dialog yang berlangsung sekitar satu jam.
Meski demikian, belum terdapat bukti yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara pertemuan tersebut dengan pengakuan penerimaan uang yang kini menjadi perbincangan. Karena itu, sejumlah pihak meminta agar informasi yang beredar tidak disimpulkan secara prematur sebelum seluruh fakta terungkap.
Hingga Selasa (23/6/2026), pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan yang disampaikan Abdimaludin. Sementara itu, polemik yang awalnya hanya menjadi pembahasan internal kampus kini berkembang menjadi isu publik yang menyita perhatian luas di media sosial.