Inti berita:
• Gudang Bulog di Ruteng rusak akibat gempa NTT M7,7, tetapi warga bersama aparat memilih menjaga stok beras sehingga tidak terjadi penjarahan.
METROSELEBES.com, MANGGARAI – Karung-karung beras tampak berhamburan setelah dinding salah satu gudang Bulog di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), jebol akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Namun, di tengah situasi darurat itu, warga justru menunjukkan sikap yang patut diapresiasi.
Rekaman kondisi Kompleks Pergudangan Baru Bulog Ruteng yang diunggah akun Instagram @ntt.update kemudian menjadi perhatian di media sosial. Bangunan terlihat mengalami kerusakan, sementara sebagian karung beras di dalam gudang dapat terlihat dari sisi dinding yang roboh.
Baca juga: Solidaritas Sulsel untuk Korban Gempa NTT, 25 Ton Bantuan Dikirim Bersama Obat dan Tenaga Medis
Yang menarik, kerusakan gudang tersebut tidak berubah menjadi kesempatan bagi warga untuk mengambil stok pangan. Masyarakat sekitar disebut memilih menjaga kawasan gudang bersama aparat sehingga beras milik negara tetap aman. Sikap tersebut menjadi sisi kemanusiaan yang mencolok di tengah kepanikan pascagempa.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membenarkan adanya kerusakan pada sejumlah gudang Bulog di NTT. Menurutnya, sekitar 10 hingga 12 unit gudang, terutama di Ruteng dan Bajawa, mengalami kerusakan ringan hingga sedang. “Stok pangan di NTT dipastikan melimpah dan aman, berkisar 35.000 hingga 37.000 ton,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Baca juga: Putusan Terbaru MK: Kuota Caleg Perempuan 30 Persen Wajib Dipenuhi, Ini Sanksinya
Bulog juga memastikan beras yang berada di gudang dengan dinding roboh masih dalam kondisi aman dan kering. Kondisi tersebut terbantu oleh cuaca di lokasi yang tidak sedang diguyur hujan sehingga stok pangan tidak langsung terdampak kerusakan bangunan.
Baca juga: BPIH Haji 2027 Diusulkan Naik Rp19,9 Juta, Setoran Jemaah Justru Turun Rp11,2 Juta
Di sisi lain, Bulog mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan tanggap bencana berupa 10 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng disalurkan untuk setiap kabupaten terdampak tanpa harus menunggu surat permintaan resmi. Untuk menjangkau lokasi yang terisolasi akibat longsor dan putusnya akses jalan, petugas bahkan menggunakan sepeda motor untuk mengantar beras menuju titik pengungsian.
Baca juga: Emak-Emak Wali Kesorga Merah Putih Penuhi Pantai Galesong, Berangkat Naik Truk TNI
Peristiwa di Ruteng memperlihatkan bahwa bencana tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga menghadirkan cerita tentang kepedulian. Ketika dinding gudang runtuh dan stok pangan terlihat dari luar, warga bersama aparat justru memilih menjaga agar tidak terjadi penjarahan. Di tengah musibah gempa NTT, sikap tersebut menjadi teladan bahwa solidaritas dan integritas masyarakat tetap dapat berdiri kokoh. (*)
Artikel Terkait
Gagal Taklukkan Pohon Pinang, Warga Riau Gunakan Truk Fuso untuk Ambil Hadiah
Emak-Emak Wali Kesorga Merah Putih Penuhi Pantai Galesong, Berangkat Naik Truk TNI
Putusan Terbaru MK: Kuota Caleg Perempuan 30 Persen Wajib Dipenuhi, Ini Sanksinya
24 Kopaja Batal Angkut Massa BEM UI, Korlap Klaim Ada Intimidasi Polisi: Sopir Disebut Diminta Cari Alasan
BPIH Haji 2027 Diusulkan Naik Rp19,9 Juta, Setoran Jemaah Justru Turun Rp11,2 Juta