Austina mengatakan dirinya tidak menolak imbauan mengenai pemasangan bendera. Ia bahkan mengaku telah menyiapkan bendera dan umbul-umbul untuk dipasang dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Yang membuatnya keberatan, kata Austina, adalah cara penyampaian yang dinilai menggunakan nada tinggi dan menunjuk-nunjuk. “Saya bilang, tabe pak, bisa tidak bapak bicara baik-baik, tidak usah tunjuk-tunjuk,” ujarnya.
Situasi kemudian menjadi lebih sensitif setelah Austina mengaku mendengar ucapan yang menurutnya bernada rasial. Dalam keterangannya, ia menyebut pria tersebut sempat mengatakan, “Saya tahu seluk-beluknya orang Cina di sini, saya mantan militer di sini.” Austina mengaku ucapan itu membuat dirinya tersinggung dan tidak nyaman. Hingga berita ini diterbitkan, identitas pria yang mengaku sebagai Ketua DPD tersebut serta lembaga yang dimaksud belum diperoleh secara jelas. Pihak yang bersangkutan juga belum memberikan klarifikasi atas keterangan Austina.
Baca juga: Febrie Melawan! Resmi Ajukan 2 Praperadilan, Kejagung dan Polri Digugat
Puncak perdebatan terjadi saat pria tersebut meminta agar bendera segera dipasang.
“Saya minta sekarang dipasang bendera di luar,” ujarnya kepada Austina, disaksikan sejumlah pembeli yang sedang berbelanja di Toko Mitra saat insiden berlangsung.
Namun, Austina meminta waktu dengan alasan area depan toko baru saja dibersihkan dan bendera serta umbul-umbul akan segera dipasang.
“Kenapa sebentar? Pasang sekarang!” balas pria tersebut.
Austina kemudian balik bertanya, “Bapak yang mau pasangkan?”
Pria tersebut terdiam sejenak dan tidak menjawab pertanyaan Austina.
Baca juga: HUT ke-1866 Dewa Kwan Kong, Jejak Panjang Tradisi Tionghoa dan Toleransi di Makassar
Di tengah polemik tersebut, perjalanan Austina sebagai perempuan pengusaha dan penggerak kegiatan sosial menjadi sisi lain yang menarik untuk dilihat. Dari bangku SMA Katolik Rajawali Makassar hingga Fakultas Teknik Unhas, kemudian membangun usaha di Bulukumba dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, Austina menjalani peran yang beragam. Insiden di Toko Mitra kini menempatkan namanya dalam sorotan publik, sekaligus memunculkan perhatian terhadap pentingnya penyampaian imbauan di tengah masyarakat secara santun, proporsional, dan tetap menghormati setiap warga.
(Ade/Man)
Artikel Terkait
Febri Melawan! Resmi Ajukan 2 Praperadilan, Kejagung dan Polri Digugat
Datangi DPD PDI Perjuangan Sulsel, APR Lutim Soroti Kinerja Ketua DPRD soal Konflik Laoli
Detik-detik Poros Enrekang–Makassar Tertutup Pohon Tumbang, SUV Rusak dan Kendaraan Mengular
Bendera Belum Berkibar, Pria Mengaku Ketua DPD Adat Tegur Pemilik Toko Mitra Bulukumba hingga Viral
Pesantren Darul Musthofa Alhasanah Kajang Resmi Berdiri, Camat Tekankan Peran Pendidikan Keagamaan