pendidikan

Teddy Tantang 1.600 Taruna Akmil Keluar dari Zona Nyaman, Qodari: Jiwa Pemimpin Dibentuk dari Tantangan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:35 WIB
Seskab Teddy saat menyampaikan pembekalan kepada 1.600 taruna Akmil di Magelang. (Sekretariat Kabinet)

Inti berita:

• Seskab Teddy Indra Wijaya membagikan pengalaman kepemimpinan dan pengembangan diri kepada 1.600 taruna Akmil di Magelang 

• Sementara Muhammad Qodari menilai pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi calon pemimpin masa depan.

 

MetroSelebes.com, MAGELANG – Semangat menjadi prajurit yang tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi terus mengasah kemampuan hingga melampaui batas diri, menjadi pesan utama yang disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya saat memberikan pembekalan kepada sekitar 1.600 taruna Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). Pengalaman pribadi yang dibagikan Teddy menjadi bekal motivasi bagi para calon perwira masa depan.

Selama kurang lebih tiga jam, Teddy mengajak para taruna melihat perjalanan kariernya sebagai bukti bahwa keberhasilan lahir dari keberanian mengambil tantangan. Ia mendorong para peserta untuk tidak puas menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, melainkan terus meningkatkan kapasitas agar mampu menghadapi dinamika kepemimpinan di masa depan.

Baca juga: Laga Hidup Mati Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Siapa Menyusul Spanyol?

Di hadapan para taruna, Teddy mengenang posisinya sebagai taruna sekitar 15 tahun lalu sebelum akhirnya dipercaya mengemban berbagai tanggung jawab strategis. Ia meyakini setiap taruna memiliki peluang yang sama untuk mencapai bahkan melampaui pencapaiannya saat ini, selama memiliki keyakinan, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar.

Selain kemampuan militer, Teddy juga menekankan pentingnya memperkuat kompetensi lain seperti pendidikan lanjutan, penguasaan kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, kemampuan berbahasa asing, hingga membangun jaringan yang sehat. Menurutnya, relasi harus didukung kemampuan agar mampu menjadi modal kepemimpinan yang kuat.

Teddy turut menceritakan keputusannya menempuh berbagai pendidikan dan penugasan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi, mulai dari bergabung dengan Kopassus, satuan Gultor, hingga mengikuti pendidikan US Army Ranger School di Amerika Serikat. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi proses membentuk mental, karakter, dan daya tahan seorang pemimpin.

Baca juga: Prabowo Pangkas Harga BBM untuk Kapal Nelayan 30-300 GT, Operasional Lebih Ringan Tanpa Bebani APBN

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai materi yang disampaikan Teddy memiliki kedekatan emosional dengan para taruna karena berasal dari pengalaman nyata. "Pak Teddy luar biasa, dia bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya di taruna. Selalu menantang diri dengan hal-hal yang sulit itu sudah menunjukkan kelasnya. Berbagi pengalaman yang langsung dirasakan juga membuktikan kalau Pak Teddy wajar bisa menjadi pemimpin masa depan karena paham rute dan syarat untuk menjadi pemimpin," ujar Qodari.

Baca juga: Euforia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Berbalut Solidaritas Palestina, Selebrasi Suporter Curi Perhatian

Pesan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun kualitas kepemimpinan melalui integritas, kompetensi, dan keberanian menghadapi tantangan. Pembekalan itu diharapkan menjadi bekal bagi para taruna Akmil untuk mempersiapkan diri sebagai calon perwira TNI yang profesional sekaligus adaptif menghadapi perkembangan zaman. (*)

Halaman:

Tags

Terkini