Ingatan Febiola Memudar usai Diduga Keracunan MBG, Keluarga Korban Kini Menuntut Kepastian

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Selasa, 8 September 2026 | 14:27 WIB
FOTO: Tampak Febiola, siswi SMK di Berastagi diduga alami gangguan daya ingat setelah keracunan MBG. Keluarga tuntut kepastian biaya pemulihan dan tanggung jawab. (Dok.Threads@cerita rempong/kolase gemini Al)
FOTO: Tampak Febiola, siswi SMK di Berastagi diduga alami gangguan daya ingat setelah keracunan MBG. Keluarga tuntut kepastian biaya pemulihan dan tanggung jawab. (Dok.Threads@cerita rempong/kolase gemini Al)

Dari sisi pemerintah, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah mengambil langkah administratif terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berastagi yang berada di bawah Yayasan Manunggal Kartika Jaya. Operasional dapur tersebut dihentikan dan kepala unit SPPG disebut dicopot setelah kasus keracunan mencuat. Pemerintah juga sebelumnya menyatakan biaya penanganan medis kedaruratan korban akan ditanggung.

Baca juga: Harta Rp16,17 Miliar, Nama Anggota DPR Masuk Data PKH: Eva Minta Data Segera Diperbaiki 

Namun, keluarga korban menilai persoalan belum selesai hanya dengan penanganan saat kondisi darurat. Dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kabupaten Karo, sejumlah orang tua mengeluhkan belum meratanya bantuan untuk kebutuhan setelah rawat inap, termasuk pengobatan lanjutan, vitamin dan susu khusus. Karena itu, mereka meminta pemerintah memberikan kepastian pembiayaan hingga masa pemulihan korban benar-benar selesai.

Desakan pertanggungjawaban kemudian dibawa ke jalur hukum. Aliansi orang tua korban, didampingi kuasa hukum, telah membuat laporan di Polres Tanah Karo. Polisi disebut tengah menyelidiki dugaan kelalaian dan memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan penyediaan makanan MBG, termasuk pengelola dapur, pemasok bahan makanan dan pihak sekolah.

Baca juga: Malam Terakhir Enam Anak di Paniai, Api Pasar Tinggalkan Duka dan 148 Pengungsi 

Kasus ini menjadi bagian dari persoalan lebih luas setelah Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara mencatat 823 siswa terdampak keracunan dalam kluster MBG di Sumatera Utara, dengan 389 korban berada di Kabupaten Karo. Kini, keluarga Febiola dan korban lainnya menunggu bukan hanya proses hukum, tetapi juga kepastian bahwa pemulihan kesehatan mereka tidak berhenti ketika perhatian publik mulai mereda. (*)

(Msl/Ram)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X