Dari sisi pemerintah, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah mengambil langkah administratif terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berastagi yang berada di bawah Yayasan Manunggal Kartika Jaya. Operasional dapur tersebut dihentikan dan kepala unit SPPG disebut dicopot setelah kasus keracunan mencuat. Pemerintah juga sebelumnya menyatakan biaya penanganan medis kedaruratan korban akan ditanggung.
Baca juga: Harta Rp16,17 Miliar, Nama Anggota DPR Masuk Data PKH: Eva Minta Data Segera Diperbaiki
Namun, keluarga korban menilai persoalan belum selesai hanya dengan penanganan saat kondisi darurat. Dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kabupaten Karo, sejumlah orang tua mengeluhkan belum meratanya bantuan untuk kebutuhan setelah rawat inap, termasuk pengobatan lanjutan, vitamin dan susu khusus. Karena itu, mereka meminta pemerintah memberikan kepastian pembiayaan hingga masa pemulihan korban benar-benar selesai.
Desakan pertanggungjawaban kemudian dibawa ke jalur hukum. Aliansi orang tua korban, didampingi kuasa hukum, telah membuat laporan di Polres Tanah Karo. Polisi disebut tengah menyelidiki dugaan kelalaian dan memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan penyediaan makanan MBG, termasuk pengelola dapur, pemasok bahan makanan dan pihak sekolah.
Baca juga: Malam Terakhir Enam Anak di Paniai, Api Pasar Tinggalkan Duka dan 148 Pengungsi
Kasus ini menjadi bagian dari persoalan lebih luas setelah Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara mencatat 823 siswa terdampak keracunan dalam kluster MBG di Sumatera Utara, dengan 389 korban berada di Kabupaten Karo. Kini, keluarga Febiola dan korban lainnya menunggu bukan hanya proses hukum, tetapi juga kepastian bahwa pemulihan kesehatan mereka tidak berhenti ketika perhatian publik mulai mereda. (*)
(Msl/Ram)
Artikel Terkait
Rp3,5 Miliar Bukan Sekadar Talangan, Jhon LBF dan Ruben Onsu Sepakati Skema Endorsement
Cuaca Sulsel Hari Ini Didominasi Cerah Berawan, BMKG Ingatkan Warga soal Angin Kencang dan Udara Panas
Polda Sulsel Bongkar 11 Modus Penipuan Online, Korban Rugi hingga Rp614 Juta
Harta Rp16,17 Miliar, Nama Anggota DPR Masuk Data PKH: Eva Minta Data Segera Diperbaiki
Malam Terakhir Enam Anak di Paniai, Api Pasar Tinggalkan Duka dan 148 Pengungsi