Jika bantuan pemerintah benar-benar segera terealisasi, sekolah yang disebut sebagai salah satu “sekolah terindah di Makassar” itu bukan hanya akan memiliki pemandangan yang indah, tetapi juga fasilitas pendidikan yang semakin layak.
Sebab pendidikan di pulau tidak boleh kalah hanya karena jarak. Ia tetap diisi, walau hanya 20 anak yang kebanyakan profesi nelayan yang datang.
Dan pengabdian sunyi Laode Iman Sutrisno menjadi bagian dari potongan kisah abdi negara yang nyaris tercecer bahwa di balik keterbatasan fasilitas, masih ada guru yang memilih bertahan demi anak-anak yang menunggu ilmu di ujung Pulau Makassar, Bonetambu. (*)
(Cahaya/Ade)
Artikel Terkait
Detik-Detik Ayah Elius Tahan Tangis Saksikan 41 Adegan Rekonstruksi, Emosi Keluarga Meledak
Sutrimo Meninggal Dunia, Keluarga Febrie Adriansyah Bantah Isu Karumga dan Minta Spekulasi Dihentikan
Silatnas I KRKB Karaeng Poddo Daeng Manarang Pererat Jejaring Keluarga di Kajang
Fahira Amira Ungkap Beda Diagnosis Usus Buntu, Nalar Rawat Pertanyakan Kronologi hingga Dugaan Endorse
Tiket Non-Sit KM Dorolonda Diduga Dijual Lebih Mahal, Penumpang Keluhkan Jalur Pihak Ketiga