BANDA ACEH, METROSELEBES.COM - Dua sekolah di ujung timur dan barat Indonesia, SMA 10 Fajar Harapan di Banda Aceh dan SMA Averos di Sorong, menjadi pionir dalam program revolusioner bertajuk Sekolah Garuda, yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program ini menjadi tonggak awal revolusi sunyi dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya dalam upaya pemerataan akses prestasi global untuk daerah-daerah yang selama ini tertinggal.
Program ini menjadi bagian dari visi besar Presiden sejak tahun 1988 untuk membangun sumber daya manusia yang berprestasi, tangguh, dan memiliki daya saing global.
Baca Juga: SRIKANDI Digital: Senyap Tapi Mengubah Arah Sejarah Arsip Nasional
Dengan semangat “Garuda Menetas”, program ini bertumpu pada tiga pilar utama: akses pendidikan sains dan teknologi yang merata, pembentukan kepemimpinan siswa di daerah terpencil, serta pengabdian masyarakat dengan semangat global dan kepekaan lokal.
Sekolah Garuda terbagi dalam dua kategori, yakni Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi.
Keduanya dirancang tidak hanya untuk menjadi pusat pendidikan formal, namun juga sebagai katalisator transformasi sosial dan pembangunan karakter generasi emas bangsa.
Baca Juga: Balap Moge Mengguncang PIK, HI-DRONE3 Jadi Magnet Baru Otomotif Nasional
“Sabang dan Merauke kini bukan hanya simbol geografis, tapi juga menjadi simbol awal transformasi anak bangsa,” ujar perwakilan dari PHTC Presiden saat peluncuran program ini di Banda Aceh.
Dari data Kementerian, terdapat 12 titik yang telah ditetapkan sebagai bagian dari gelombang awal program Sekolah Garuda.
Ini mencerminkan upaya strategis negara dalam meratakan akses pendidikan unggulan bagi siswa dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
Baca Juga: Industri Asuransi Nasional Tertekan, Dampak Turbulensi Global Diprediksi Berlanjut
Artikel Terkait
Tak Ingin Banyak Sahabat Kecewa, Luna Maya Siap Gelar Resepsi Pernikahan di Jakarta Juli Mendatang
Koordinat Harun Masiku Sudah Diketahui, Tapi KPK Belum Bertindak: Ada Apa?
Negosiasi Damai Rusia–Ukraina Kembali Buntu, Tuntutan Moskwa Dianggap Tak Masuk Akal
Gaji Rp15 Juta Bisa Jadi Tolak Ukur Negara Maju, Menkes Soroti Peran Gaya Hidup Sehat
Tragedi Wisata Di Tawangmangu, Elf Rombongan Bojonegoro Kecelakaan, 5 Orang Tewas
Masih Canggung, Maxime Bouttier Akui Tak Percaya Bisa Nikahi Luna Maya
Presiden Prabowo Tegaskan Tak Gentar Berantas Korupsi: Saya Hanya Ingin Tinggalkan Nama Baik
Industri Asuransi Nasional Tertekan, Dampak Turbulensi Global Diprediksi Berlanjut
Balap Moge Mengguncang PIK, HI-DRONE3 Jadi Magnet Baru Otomotif Nasional
SRIKANDI Digital: Senyap Tapi Mengubah Arah Sejarah Arsip Nasional