pemerintahan

Kritik Prabowo Disebut Ramai karena Robot, Sudaryono Singgung Oligarki dan Koruptor

Rabu, 23 September 2026 | 18:14 WIB
Sudaryono menyebut lebih dari 60 persen percakapan medsos berasal dari robot dan menuding oligarki serta koruptor berada di baliknya.(Dok.Instagram@sudaru_sudaryono)

Inti berita:

• Sudaryono mengklaim kritik terhadap Prabowo di media sosial banyak digerakkan akun robot.

• Klaim angka lebih dari 60 persen yang disebutnya belum disertai dasar pengukuran independen.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA – Percakapan soal kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial mendadak bergeser ke soal siapa sebenarnya yang berada di balik akun-akun yang ramai bersuara.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut lebih dari separuh isi percakapan di media sosial saat ini bukan berasal dari pengguna manusia. Ia memperkirakan angkanya mencapai lebih dari 60 persen dan menyebut akun-akun tersebut sebagai robot atau akun palsu.

Baca juga: Ketok Palu! DPR Resmi Sahkan UU Reforma Agraria, Konflik Tanah Masuk Babak Baru 

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Menurut dia, keberadaan akun semacam itu telah mengubah pola pembentukan isu di ruang digital karena sebuah topik dapat dibuat ramai hingga kemudian diikuti pengguna lain.

“Jadi Pak Prabowo dihujat, itu yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena ramai, dia ikut,” kata Sudaryono. Ia menilai narasi yang berseberangan dengan pemerintah termasuk kritik kepada Prabowo menjadi salah satu isu yang didorong melalui pola tersebut.

Baca jugaKantor Bupati Gowa Digeledah, Polisi Buru Bukti Kasus Dugaan Pungli PBG dan SLF

Tak berhenti pada tudingan soal akun palsu, Sudaryono juga mengaitkan fenomena tersebut dengan kelompok oligarki dan koruptor. Ia menuding kelompok-kelompok itu berada di balik pengendalian akun robot yang disebutnya digunakan untuk memengaruhi opini publik dan melemahkan pemerintahan Prabowo.

Namun, angka 60 persen lebih yang disampaikan Sudaryono masih berupa klaim atau perkiraan. Sejauh informasi yang tersedia, tidak disebutkan metode pengukuran, basis data, periode pengamatan, maupun hasil riset independen yang menjadi dasar angka tersebut. Karena itu, angka tersebut belum dapat diperlakukan sebagai gambaran statistik tentang seluruh pengguna media sosial.

Baca jugaMK Soroti Jejak Perubahan Aturan, Bawaslu Diminta Buka Pengawasan Syarat Gibran

Sudaryono juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang menurutnya tidak memperoleh perhatian sebesar kritik terhadap Presiden. Ia kemudian menegaskan Gerindra tidak akan diam menghadapi narasi yang dinilainya diarahkan untuk melemahkan pemerintahan Prabowo. (*)

Halaman:

Tags

Terkini