pemerintahan

Sejarah Baru Tercipta: Indonesia Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Jadi Kado Kemerdekaan ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:21 WIB
FOTO: Tampak Mentan Andi Amran Sulaiman (kanan) dan perwakilan dagang Malaysia, menyepakati ekspor 200 ribu ton beras premium ke Malaysia, diawali pengiriman 1.000 ton melalui Entikong. (Dok.Setpres)

Inti berita:

• Indonesia cetak sejarah baru di dunia ekspor beras, khususnya tujuan Malaysia.

• Perkanjian kerjasama ini resmi dimulai dengan mengekspor beras ke Malaysia sebanyak 200.000 ton

• Ekspor dilakukan bertahap setelah pemerintah menyatakan produksi dan stok beras nasional aman 

 

METROSELEBES.com,  JAKARTA— Momentum menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini membawa kabar baru dari sektor pangan. Indonesia kembali membuka ekspor beras dengan menyepakati pengiriman 200.000 ton beras premium ke Malaysia secara bertahap, setelah pemerintah memastikan stok dalam negeri berada pada kondisi aman.

Pengiriman tahap awal sebanyak 1.000 ton akan menjadi pintu masuk kerja sama tersebut. Beras premium Indonesia dipatok sekitar Rp17.000 atau 3,9 ringgit per kilogram, dengan nilai keseluruhan kesepakatan ekspor mencapai sekitar Rp3,39 triliun.

Baca juga: Indonesia Dikepung Gempa: Korban Tewas M7,7 NTT Capai 51 Orang, Dua Gempa Kuat Turut Guncang Sumut dan Sulteng

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman menyebut ekspor ini dimungkinkan karena produksi nasional mengalami surplus. Ia mengatakan stok beras Indonesia kini mencapai 5,2 juta ton, bahkan pemerintah telah menyiapkan kapasitas gudang tambahan hingga 2 juta ton. “Kita sudah swasembada beras. Stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan, kita sudah sewa gudang 2 juta ton. Kita surplus,” ujar Amran.

Di sisi lain, pemerintah tetap menempatkan kebutuhan masyarakat Indonesia sebagai prioritas. Berdasarkan data BPS, produksi beras 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton, sementara konsumsi nasional berada di kisaran 30–31 juta ton. Pemerintah memperkirakan produksi 2026 kembali meningkat sehingga cadangan beras nasional disebut aman hingga Mei 2027.

Baca juga: Hari Damai Aceh ke-21 Berubah Tegang, 10 Tuntutan Massa Soroti Syariat, SDA hingga Masa Depan Aceh 

Kerja sama ini juga membuka peluang pasar yang lebih besar. Sarawak diperkirakan membutuhkan sekitar 200.000 ton beras per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara nasional berada pada kisaran 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun. Amran menyebut pemerintah Malaysia bahkan membuka peluang peningkatan volume impor dari Indonesia pada masa mendatang.

Dari pihak Malaysia, General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd Jumaat bin Ibrahim menilai pengiriman perdana bukan hanya urusan perdagangan, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan kedua negara. “1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak dan Malaysia,” katanya. Pengiriman awal tersebut direncanakan melalui jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.

Baca juga: Viral Peternak Bongkar Permintaan Telur Tak Layak dan Markup Nota Dapur MBG

Halaman:

Tags

Terkini