Luwu Raya Tak Lagi Sekadar Aspirasi Pemekaran, Kini Ditawarkan sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Selasa, 14 Juli 2026 | 19:31 WIB
BPP DOB Provinsi Luwu Raya mempresentasikan konsep pemekaran di Kantor Staf Presiden dengan menekankan peran strategis kawasan hilirisasi bikel, ketahanan pangan,dll. (Dok.KKRL)
BPP DOB Provinsi Luwu Raya mempresentasikan konsep pemekaran di Kantor Staf Presiden dengan menekankan peran strategis kawasan hilirisasi bikel, ketahanan pangan,dll. (Dok.KKRL)

Dalam presentasi tersebut dijelaskan bahwa calon Provinsi Luwu Raya meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo dengan jumlah penduduk sekitar 1,23 juta jiwa. Wilayah ini juga berbatasan langsung dengan Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, sehingga dinilai memiliki posisi strategis dalam konektivitas kawasan timur Indonesia.

Selain dikenal sebagai salah satu sentra produksi nikel nasional, Luwu Raya juga memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, energi, serta kawasan Danau Matano dan pesisir Teluk Bone yang dinilai dapat menjadi penopang pengembangan ekonomi berkelanjutan dan industri hilir nasional.

Baca juga: Babak Baru Hak Angket DPRD Gowa, Bupati Sitti Husniah Jalani Pemeriksaan di Bawah Sumpah 

Menanti Sikap Pemerintah

Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Ir. Hasbi Syamsu Ali, mengatakan pembentukan provinsi baru diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik sekaligus meningkatkan efektivitas pembangunan di kawasan yang selama ini menjadi salah satu motor ekonomi Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar menegaskan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tetap berjalan meski pemerintah pusat masih menerapkan moratorium pembentukan daerah otonom baru. Menurutnya, berbagai persyaratan administratif, kajian akademik, dan dukungan politik terus diperbarui agar usulan tersebut tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Baca juga: Diterpa Isu Jadi Simpanan Pejabat, Celine Evangelista Buka Suara dan Tegaskan Sudah Punya Pasangan 

Audiensi di Kantor Staf Presiden belum menghasilkan keputusan mengenai pembentukan Provinsi Luwu Raya. Namun, pertemuan itu menjadi langkah penting karena untuk pertama kalinya argumentasi yang dibangun menempatkan Luwu Raya bukan hanya sebagai aspirasi masyarakat daerah, melainkan sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan, penguatan hilirisasi industri, dan peningkatan daya saing Indonesia di kawasan timur. (*)

(Key/Ade)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X