METROSELEBES.COM - Kasus bunuh diri di Toraja marak terjadi. Penyebabnya beragam, mulai dari masalah ekonomi hingga masalah asmara.
Terbaru kasus bunuh yang dilakukan sepasang di Tana Toraja, keduanya memilih mengakhiri hidup mereka dengan cara gantung diri.
Diduga kuat, pasangan kekasih ini memilih bunuh diri lantaran dilandasi persoalan asmara.
Baca Juga: Banjir Terjang Parepare, Empat Kelurahan Terendam
Hal itu diperkuat dengan adanya surat wasita dari keduanya.
Kasus bunuh diri ini, mendapat tanggapan dari berbagai. Khususnya di kalangan anggota DPRD di Toraja.
Anggota DPRD yang juga Sosiolog di Toraja, Kristian HP Lambe menjelaskan ada empat tipe bunuh diri menurut Emile Durkheim.
Baca Juga: Sosiolog Sebut Toraja Darurat Kasus Bunuh Dini, Ini Penjelasannya...
Ia mengatakan dalam kasus bunuh diri yang dipicu oleh faktor asmara yang menimpa dua sejoli di Tana Toraja pada senin (30/1/2023) termasuk dalam kategori egoistik.
"Yang putus cinta dan asmara itu adalah egoistik, karena dia ego terhadap dirinya," katanya.
"Kemudian yang doktrin dikatakan dia masuk dalam kategori fatalistik, misalnya kasus bunuh diri yang pernah terjadi pada nenek usia 53 tahun yang bunuh diri dan menitip kerbau tiga ekor untuk acara kematiannya," jelasnya.
Sebab katanya, mayoritas masyarakat Toraja masih percaya dengan adat istiadat.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Kembali Marak di Toraja, Terakhir Kasus Dua Sejoli
"Karena masyarakat Toraja percaya bahwa orang yang meninggal dan dipotongkan kerbau sebanyak tiga ekor itu akan selamat," ujarnya.
Artikel Terkait
Update WhatsApp 2023, Ini Fitur-fitur Terbarunya
Fitur Terbaru WhastApp 2023, Memang Sangat Dibutuhkan
Ternyata Segini Gaji Kompol D, Tapi Kok Bisa Punya Mobil Audi A6 dan Pelihara Selingkuhan Nur?
Kenali Kota Nemuro Jepang, Surga Pecinta Burung dan Satwa Langka
Mau Ikut Pendaftaran CPNS 2023? Bagi Lulusan SMA Siapkan Deretan Berkas Ini