METROSELEBES.COM - Mortir aktif sisa Perang Dunia II ditemukan warga setelah melakukan penyelaman di dasar laut. Mereka menemukan itu bersamaan dengan keberadaan kapal yang tenggelam.
Ini diketahui setelah pengepul barang bekas bernama Ataqwa (53) mengaku mendapatkan 20 buah mortir tersebut dari seorang nelayan di Desa Suak Gual, Selat Nasik.
"Saya mencari besi ke Selat Nasik karena ada yang menawarkan besi kepada saya, kemudian saya datang dan membelinya," kata Ataqwa.
Berdasarkan keterangan sang penjual, sebanyak 20 buah mortir tersebut ditemukan saat yang bersangkutan sedang menyelam mencari teripang di perairan Pulau Sumedang, Membalong.
"Mereka dapat saat menyelam di dasar laut, kemudian dilakukan pengangkatan. Di dasar laut lokasi tersebut juga ditemukan badan kapal tenggelam," ujar Ataqwa.
Terkait dengan hal itu, Satbrimob Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melarang masyarakat, yang menemukan mortir aktif diduga sisa Perang Dunia (PD) II, tidak mengangkat peluru tersebut karena dapat membahayakan diri sendiri dan sekitar.
Komandan Kompi Batalyon B Satbrimob Polda Kepulauan Bangka Belitung Iptu Yudi Firmansyah di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Minggu, mengatakan hal itu guna menanggapi temuan puluhan mortir aktif di tempat pengepul barang bekas di Jalan Pasir Putih, Desa Air Raya, Sabtu malam (8/4).
"Kami juga sudah memasang garis polisi di lokasi pengepul barang bekas yang diketahui ada puluhan mortir aktif agar masyarakat tidak mendekati," kata Yudi dikutip metroselebes.com dari Antara.
Dia juga mengimbau para nelayan jika menemukan mortir aktif di laut untuk tidak langsung diangkat, karena peluru itu diduga dapat meledak kalau tidak profesional saat pengangkatan. ***