JAKARTA, METROSELEBES.COM – Data penerima bantuan sosial (bansos) terus diperbarui demi memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan langkah strategis dengan menelusuri rekening-rekening penerima yang terindikasi tidak layak, termasuk mereka yang masih terlibat dalam praktik judi online.
Upaya penyisiran ini menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Presiden untuk menjamin penyaluran bansos yang cepat, tepat, dan transparan.
Baca Juga: Brutal Main Hakim Sendiri di Sulteng, Warga Tuntut Keadilan untuk Korban
Menurut Menteri Sosial, kerja sama dengan PPATK akan membantu menemukan penerima yang menyalahgunakan bantuan, sekaligus mencegah potensi kebocoran anggaran negara.
Berdasarkan data PPATK, peredaran dana judi online di Indonesia mencapai puluhan triliun rupiah per tahun, dan sebagian di antaranya terindikasi berasal dari rekening penerima bansos.
Temuan ini mendorong pemerintah mengambil langkah tegas untuk memutus aliran dana bantuan kepada pihak yang tidak berhak.
Baca Juga: Dari Brasil ke London, Estevao Willian Disebut Pewaris Takhta Neymar
Selain verifikasi data, Kemensos juga akan memperkuat sistem pendataan dengan integrasi NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan pembaruan secara berkala di tingkat desa/kelurahan.
Langkah ini diharapkan dapat menekan penyalahgunaan bansos serta memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.***