LAMPUNG, METROSELEBES.COM - Dalam upaya mendorong percepatan pembangunan desa dan pertumbuhan ekonomi lokal, Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan program Desaku Maju—sebuah inisiatif terobosan yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian desa.
Kegiatan ini ditandai dengan kunjungan kerja Deputi 3 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang mewakili Menko PMK pada 10 Juli 2025.
Program Desaku Maju menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Baca Juga: Sinergi Hijau: Gerakan Tanam Jagung Serentak Jadi Motor Swasembada Pangan2025
Dalam sambutannya, Deputi 3 Kemenko PMK menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Pendekatan yang kami dorong adalah pemberdayaan, bukan sekadar bantuan. Bantuan itu sifatnya sementara, tetapi pemberdayaan masyarakat desa adalah investasi jangka panjang untuk membangun desa yang mandiri, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang menunjukkan bahwa lebih dari 43% penduduk Indonesia tinggal di desa dan sekitar 31% di antaranya menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Baca Juga: Kapsul Merah Muda dan Skandal Minyak: 90 Tersangka Jerat Kerugian Negara Rp285 Triliun
Namun, produktivitas pertanian desa masih tergolong rendah karena minimnya akses terhadap teknologi, pasar, dan pendampingan.
Sebagai solusi, Desaku Maju menghadirkan sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, penyediaan alat dan teknologi pertanian modern, serta dukungan pasar untuk hasil panen desa.
Dalam jangka panjang, diharapkan desa-desa di Lampung bisa menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
Dalam acara peluncuran yang dihadiri ratusan warga dan pejabat lokal ini, suasana optimisme begitu terasa.