Ia percaya bahwa pembangunan nasional sejati adalah yang berpihak pada kekuatan ekonomi rakyat, dengan koperasi dan UMKM sebagai fondasinya.
Meskipun seorang teknokrat, Sumitro tetap memegang prinsip bahwa pembangunan harus berangkat dari desa.
Kini, semangat itu diteruskan dalam bentuk konkret melalui program Kopdes/Kel Merah Putih, yang menjadi salah satu prioritas Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Baca Juga: Pulau Strategis di Bali dan NTB Diduga Dikuasai Asing, Menteri ATR/BPN Turun Tangan
Ia menetapkan koperasi desa sebagai model utama pemberdayaan ekonomi, dengan sistem distribusi langsung oleh warga desa sendiri, tanpa perantara dan bebas kartel.
Tujuan program ini adalah membangun kemandirian pangan, memperkuat ekonomi desa, dan memastikan hasil produksi rakyat dapat dinikmati secara adil.
Program Kopdes ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan ekonomi kerakyatan dan penguatan desa sebagai kunci utama pertumbuhan inklusif.
Data dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 menyebutkan, terdapat lebih dari 127.000 koperasi aktif di Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional.
Menurut kajian LIPI, koperasi desa terbukti mampu meningkatkan pendapatan warga hingga 30% dalam lima tahun terakhir.
Program KUR (Kredit Usaha Rakyat) juga telah disinergikan dengan koperasi sebagai lembaga penyalur, memberikan akses pembiayaan hingga Rp450 triliun sejak 2015.
Baca Juga: Kapolresta Palu Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi untuk Keamanan Kota
Dari masa ke masa, koperasi terbukti menjadi urat nadi ekonomi rakyat, sekaligus sarana pembebasan ekonomi dari cengkeraman sistem yang tidak adil.***