JAKARTA, METROSELEBES.COM – Program Kopdes Merah Putih semakin menunjukkan tajinya sebagai pilar penggerak ekonomi desa.
Tidak hanya menjadi solusi dalam memperkuat struktur ekonomi masyarakat pedesaan, koperasi ini juga berhasil membuka lapangan kerja baru secara nyata di berbagai wilayah.
Dengan sistem pengelolaan profesional dan kolaboratif, koperasi Desa ini hadir sebagai motor lokal yang mampu menyalurkan peluang kerja langsung kepada warga.
Baca Juga: 115 Putra-Putri Terbaik Dinyatakan Lulus Terpilih Sebagai Calon Anggota Polri di Sulteng
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, program ini mengintegrasikan empat fokus utama pembangunan nasional: penciptaan lapangan kerja, swasembada pangan, swasembada energi, dan hilirisasi.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pendekatan pembangunan harus dimulai dari desa sebagai akar kekuatan bangsa.
Kopdes/Kel Merah Putih merupakan inisiatif konkret untuk menjawab tantangan tersebut.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun, Kejagung Periksa Perwakilan Google
Dengan jaringan koperasi berbasis komunitas yang menyasar sektor-sektor strategis seperti pertanian, peternakan, energi terbarukan, hingga UMKM, koperasi ini membuka akses bagi masyarakat terhadap pendanaan produktif, pelatihan, serta rantai distribusi yang lebih efisien.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM (2024), kontribusi koperasi terhadap PDB Indonesia mencapai 5,1%, dan terus bertumbuh dengan hadirnya model-model koperasi inovatif seperti Kel Merah Putih.
Di beberapa wilayah seperti Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur, koperasi ini bahkan berhasil menciptakan lebih dari 1.500 lapangan kerja baru dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Baca Juga: SBY Soroti Krisis Iklim Dunia: Jangan Biarkan Ambisi dan Ego Kalahkan Kesadaran Lingkungan
Langkah strategis ini juga sejalan dengan visi besar pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan yang tangguh dan mandiri.