“Edukasi dini adalah kunci untuk menciptakan generasi emas Indonesia. Jika anak-anak kita bisa bebas dari pernikahan dini, mereka akan punya peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi dan masa depan yang lebih baik,” ujar Dina Budi Arie Setiadi.
Baca Juga: Rumah Subsidi Generasi Milenial, Solusi Hunian Modern dengan Harga Terjangkau
Komitmen Seruni Kabinet Merah Putih terhadap isu ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan sangat diperlukan demi menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak secara optimal.
Langkah Kota Mataram bisa menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain untuk lebih serius dalam mengatasi permasalahan pernikahan usia dini.
Dengan melibatkan generasi muda dalam diskusi dan aksi nyata, diharapkan kesadaran kolektif bisa tumbuh dan melahirkan perubahan yang berkelanjutan.***