Indonesia sudah berpengalaman membangun proyek serupa lewat National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Teluk Jakarta.
NCICD Tahap A dengan tanggul pantai sepanjang 4,5 km selesai pada 2021. Namun Giant Sea Wall di Pantura memiliki skala yang jauh lebih masif, mencakup ratusan kilometer garis pantai utara Pulau Jawa.
Proyek ambisius ini diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp 500 triliun, yang akan dikucurkan secara bertahap selama 10-20 tahun.
Pemerintah membuka kerjasama dengan pihak swasta, lembaga internasional, serta mengembangkan skema pendanaan kreatif seperti green bonds.
Baca Juga: Padi Nusantara: Potret Kejayaan 5 Provinsi dalam Menopang Ketahanan Pangan Indonesia
Menurut Menteri Keuangan, proyek ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan fiskal sambil menekan risiko perubahan iklim secara konkret.
Presiden menegaskan, pembangunan Giant Sea Wall adalah warisan bagi generasi mendatang.
“Kita ingin anak cucu kita hidup dalam lingkungan pesisir yang aman, sehat, dan produktif," ujarnya.
Melalui Giant Sea Wall, Indonesia memperlihatkan keseriusannya sebagai negara kepulauan yang mampu mengelola risiko iklim secara berkelanjutan dan menjadi panutan global dalam menghadapi dampak perubahan iklim.***