Tamsil menyebutkan peran aktif Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai forum internasional sebagai bentuk nyata dari komitmen Indonesia terhadap isu Palestina.
Dukungan ini sejalan dengan semangat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.
hal ini juga pernah disampaikan oleh akademisi internasional seperti Dr. Ilan Pappé, sejarawan asal Israel yang dalam bukunya The Ethnic Cleansing of Palestine (2006) menyoroti pengusiran sistematis terhadap warga Palestina pada masa pembentukan Israel.
Sementara itu, laporan Amnesty International dan Human Rights Watch dalam beberapa tahun terakhir juga menyoroti adanya pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina, menambah dimensi kemanusiaan dalam perjuangan yang dimaksud Tamsil.
Dengan narasi yang kuat dan berbasis sejarah serta kemanusiaan, khutbah Tamsil Linrung menjadi ajakan reflektif untuk melihat Palestina sebagai warisan tauhid yang tak lekang oleh waktu dan relevan dalam konteks global saat ini.***