nasional

Prabowo Tegaskan “Jangan Mencuri dari Rakyat”: Seruan Tegas untuk Pemimpin Bangsa

Rabu, 4 Juni 2025 | 11:31 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto. Jangan mencuri dari kekayaan rakyat." Seruan ini menyoroti integritas sebagai pilar utama kepemimpinan di seluruh tingkatan pemerintahan. (Foto : YouTube.com / Sekretariat Presiden)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Dalam momen bersejarah peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin (2/6/2025), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan seruan tegas yang menggema.

"Jangan mencuri dari kekayaan rakyat." Seruan ini menyoroti integritas sebagai pilar utama kepemimpinan di seluruh tingkatan pemerintahan.

Presiden Prabowo yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menekankan bahwa wujud kesetiaan terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hanya dapat dibuktikan dengan menjaga kepercayaan rakyat. Dalam pidatonya, beliau menyatakan, “Jaga kepercayaan rakyat.

Baca Juga: Sikap Tegas Prabowo: Pejabat Yang Tak Punya Mental Wakil Rakyat, Mundur Sebelum Saya Berhentikan

Jangan menipu rakyat. Jaga kekayaan rakyat. Jangan mencuri dari kekayaan rakyat.” Pernyataan ini memperjelas bahwa integritas bukan hanya tuntutan moral, tapi syarat mutlak bagi para pemimpin.

Peringatan dan Dorongan untuk Pemimpin di Segala Level

Prabowo mengingatkan seluruh pemimpin—baik di pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa—bahwa tugas mereka adalah mengabdi kepada rakyat. Ia menegaskan, “Kalau tidak mampu, jangan masuk ke pemerintahan. Kalau tidak mau mengabdi kepada rakyat, jangan mau menerima mandat dari rakyat.

” Pesan ini memperkuat pentingnya kepemimpinan yang bersih dan bertanggung jawab, terutama dalam konteks maraknya kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Baca Juga: Momen Prabowo Dan Megawati Bisik-Bisik Di Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Suasana Penuh 

Data dari Transparency International Indonesia (2024) menunjukkan bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada pada skor 34 dari 100, dengan posisi ke-110 dari 180 negara.

Hal ini memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan dipercaya rakyat. Oleh karena itu, pidato Prabowo sangat relevan dan menjadi panggilan nasional untuk memperkuat reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi.

Melihat dari pemerintahan sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga sempat menyuarakan pentingnya moralitas dan kejujuran dalam birokrasi dalam berbagai kesempatan.

Baca Juga: Negara Tak Bisa Dipermainkan: Prabowo Tegaskan Sanksi Bagi Pengkhianat Bangsa

Hal ini senada dengan pesan Prabowo yang mengedepankan kepercayaan dan integritas.

Halaman:

Tags

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB