JAKARTA, METROSELEBES.COM - Langkah berani Prabowo bangun 100 sekolah berasrama setiap tahun untuk memutus kemiskinan anak bangsa.
Inilah komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjawab tantangan besar bangsa: memutus rantai kemiskinan dari akarnya, melalui jalur pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Presiden menegaskan tekadnya membangun setidaknya 100 sekolah berasrama tiap tahun, yang dikhususkan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Baca Juga: 3 juta warga Indonesia Kenyang! Bocoran Rahasia Sukses Program MBG
Menurut Kantor Staf Presiden (KSP), sekitar 53 hingga 55 sekolah berasrama direncanakan akan mulai beroperasi pada Juli tahun ini.
Saat ini, proses seleksi calon peserta didik tengah berlangsung.
Presiden Prabowo juga menampilkan kisah inspiratif seorang calon siswa bernama Naila, anak dari keluarga yang hidup dengan penghasilan kurang dari satu juta rupiah per bulan.
Kebijakan ini diyakini menjadi tonggak penting dalam membentuk “Generasi Emas 2045”.
Dengan pendekatan yang menekankan keberanian, tata kelola bersih, dan keberpihakan pada rakyat, Presiden Prabowo optimistis masa depan anak-anak Indonesia akan berubah ke arah yang lebih baik.
Sebagai penguat kebijakan ini, program serupa sebelumnya pernah dijalankan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pemerintahan sebelumnya, namun inisiatif Prabowo membawa skala dan cakupan yang lebih luas dengan konsep berasrama yang tidak hanya memberi akses pendidikan, tetapi juga pembinaan karakter, kesehatan, dan gizi bagi peserta didik.
Pembangunan sekolah-sekolah berasrama ini akan didukung penuh oleh anggaran negara, dan dikelola dengan sistem transparan, akuntabel, serta bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan ternama untuk menjamin kualitas pengajaran dan fasilitas.
Baca Juga: Naik Kelas Karena Bansos? Ini Strategi Mengejutkan Pemerintah