Dengan sistem ini, Indonesia membuktikan bahwa ibadah haji tak hanya soal spiritualitas, tetapi juga soal pelayanan prima dan terorganisir dengan baik, bahkan hingga ke urusan sekecil larangan memberi tip.
Hal ini memicu rasa penasaran banyak pihak: mengapa sampai larangan itu dibuat begitu tegas?
Apakah ini murni demi kenyamanan, atau ada pesan tersirat soal keikhlasan dan kesetaraan jemaah di Tanah Suci? Kita tunggu perkembangan dan suara dari lapangan.***