Namun, Menteri P2MI menyayangkan masih maraknya jalur non-prosedural yang ditempuh masyarakat. Ia pun menekankan perlunya mengubah paradigma bekerja ke luar negeri.
"Bekerja di luar negeri bukan hanya soal uang, tapi juga tentang masa depan, pengalaman, dan kehormatan. Namun, semua itu harus melalui jalur legal, bukan calo atau dokumen palsu," tegasnya.
Untuk menyiapkan generasi muda, kementerian mendorong pembentukan Kelas Migran di sekolah-sekolah. Program ini diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mempersiapkan diri secara dini dalam aspek teknis, bahasa, hingga kesiapan mental.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah di Sulawesi Tengah dan diikuti ribuan pelajar SMA, SMK, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu.***