Saat anak mengalami stunting, biasanya memiliki tinggi dan ukuran tubuh yang kecil pendek. Anak juga mengalami malnutrisi yang cukup kronik.
“Stunting itu gampangnya adalah perawakan pendek yang diatur oleh faktor nutrisi atau infeksi kronik,” katanya dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini.
Baca Juga: 4 Fakta Terbaru Karina Suwandi, Bintang Film Warkop DKI yang Tetap Cantik di Usia 50 Tahun
Basarah juga menjelaskan, stunting bisa terjadi saat anak kekurangan asam amino.
Zat ini biasanya didapat dari protein hewani yang dikonsumsi anak. Jika anak mengalami stunting, artinya asam amino yang didapat anak sangat rendah.
Lebih Rentan Terkena TBC
Terkait keyakinan yang mengatakan kalau anak stunting rawan tertular TBC, faktanya hal ini benar adanya.
Stunting merupakan gangguan gizi kronis yang dapat dialami anak. Karena itu, stunting dan TBC memiliki kaitan yang erat.
Baca Juga: 10 Keunggulan Innova Zenix Hybrid yang Banyak Orang Sukai
Sebab, kekurangan gizi atau malnutrisi menjadi salah satu faktor risiko penyakit tuberkulosis.
Nah, ketika seorang anak mengalami gangguan gizi, sistem kekebalan tubuhnya juga akan terganggu. Kondisi ini pada akhirnya membuat tubuh seorang anak yang stunting menjadi lemah dan mudah terserang infeksi.
Cegah Anak Stunting Tertular TBC
Hal yang paling utama untuk dilakukan dalam mencegah TBC pada anak adalah dengan rutin memeriksakan pertumbuhan dan berat badan anak.
Sebab, anak yang mengalami sunting gizinya masih dapat diperbaiki sebelum dirinya berusia dua tahun.
Baca Juga: Helikopter Pertama Drop Logistik, yang Kedua Gagal Evakuasi Kapolda Jambi dan Korban Lainnya
Artikel Terkait
Ternyata Ini Arti Vonis Penjara Seumur Hidup, Jangan Salah Tafsir Lagi Ya
Simak! Ini Lima Dampak Buruk Selingkuh untuk Kesehatan
Tempat Nongkrong 24 Jam di Palopo, Moza ID Sedikan Live Musik
Cegah Penuaan Dini, Ini Enam Manfaat Daun Kelor untuk Wajah
Waspada! Ini Lima Penyebab Bayi Sering Muntah, Nomor Tiga Gejalanya Hingga 7 Hari