Ternyata Puasa Intermiten Dapat Membantu Pengobatan Diabetes Tipe 2, Cek Faktanya!

photo author
Moh Riansyah, Metro Selebes
- Selasa, 14 November 2023 | 17:08 WIB
Manfaat dari puasa Intermiten atau Intermittent fasting untuk pengobatan Diabetes tipe 2.(dok/pmjnews)
Manfaat dari puasa Intermiten atau Intermittent fasting untuk pengobatan Diabetes tipe 2.(dok/pmjnews)

MetrsoSelebes - Intermittent fasting atau puasa intermiten adalah sebuah pengaturan pola makan yang banyak dimanfaatkan orang untuk menurunkan berat badan.

Namun siapa sangka, metode diet ini juga berpotensi membantu terapi pengobatan pasien diabetes tipe 2.

Orang-orang yang menerapkan puasa intermiten hanya dapat mengonsumsi makanan dan minuman berkalori pada jam tertentu atau jendela makan yang ditentukan.

Baca Juga: Hati Sebagai Raja: Memahami Peran Sentralnya dalam Kehidupan Manusia, Agar Hati Menjadi Tenang

Baca Juga: Kunjungi DPMPTSP Provinsi Sulteng, Ini Agenda Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah

Sedangkan minuman tak berkalori seperti air putih atau teh tanpa gula dapat diminum sepanjang waktu.

Salah satu pembagian jendela makan dan jendela puasa yang populer dalam puasa intermiten adalah 8 jam makan dan 16 jam puasa. Sebagai contoh, jendela puasa berlaku dari jam 18.00-10.00, lalu jendela makan berlaku pada jam 10.00-18.00 dalam satu hari.

Adapun durasi waktu makan yang lebih pendek dapat membuat orang-orang mengonsumsi lebih sedikit makanan. Dengan begitu, penurunan berat badan bisa terjadi.

Baca Juga: Tokoh Pejuang Hamas Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Membangkitkan Semangat Palestina

Menurut studi terbaru dalam jurnal JAMA, penerapan puasa intermiten dengan jendela makan selama delapan jam sehari juga bisa bermanfaat bagi penyandang diabetes tipe 2. Studi ini melibatkan orang dewasa penyandang diabetes tipe 2 dan obesitas sebagai partisipan.

Sebagian partisipan diminta untuk menjalani puasa intermiten dengan jendela puasa selama 16 jam dan jendela makan selama delapan jam per hari. Selama enam bulan, para partisipan ini hanya diperbolehkan untuk makan dari 12.00 siang hingga jam 20.00 malam.

Adapula partisipan yang diminta untuk menjalani diet restriksi kalori tanpa menjalani puasa intermiten. Sedangkan partisipan lainnya merupakan kelompok kontrol yang tidak menerapkan puasa intermiten atau pun pengurangan asupan kalori.

Baca Juga: 5 Timnas U-17 Dari Negara Ini Menjadi Kuda Hitam Pada Piala Dunia U 17 Yang Wajib Diwaspadai. Paling Banyak Ada Di Grup A Siapakah Dia? Selengkapnya..

Selama studi berlangsung, tim peneliti melakukan sejumlah pengukuran dan tes terhadap seluruh partisipan. Beberapa pengukuran dan tes yang dilakukan adalah pengukuran berat badan dan tes gula darah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh Riansyah

Sumber: PMJ News

Tags

X