Hal senada diungkapkan Inda Rizal yang menyebut modus lain adalah berpura-pura jual kelapa. “Sering singgah di rumah saya, katanya jual kelapa, ternyata tidak ada kelapanya. Mamanya pura-pura sakit,” tulisnya.
Beberapa warga menyebut pelaku berasal dari Desa Tobue, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong.
“Orang Tobue itu, mamanya memang sakit tapi anaknya yang suruh-suruh orang tua minta-minta.
Kalau tidak dikasih, dipukul anaknya,” tulis akun Susiusanti Taharuddin. Bahkan, menurutnya, anak tersebut sering memaksa ibunya untuk ikut serta agar lebih meyakinkan korban.
Selain kerugian materi, banyak warga merasa dirugikan secara emosional karena sudah tertipu berkali-kali.
Naila Dewi, salah seorang netizen, mengaku awalnya kasihan namun belakangan sadar bahwa itu hanyalah akal-akalan. “Sama, ibu saya juga kasihan, ternyata dia penipu,” tulisnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan: Pajak Penentu Indonesia Maju, Bukan Sekadar Kewajiban
Fenomena penipuan bermotif kasihan ini menimbulkan keprihatinan masyarakat. Banyak yang berharap aparat segera turun tangan untuk memberi efek jera.
“Kalau memang terbukti menipu, harusnya ada laporan resmi biar diberi tindakan.
Jangan sampai ada korban lagi,” komentar seorang netizen bernama Ci Yani.
Kasus ini menegaskan bahwa modus kasihan sering dimanfaatkan oknum untuk mengelabui orang lain.
Baca Juga: Digitalisasi Koperasi Desa Didorong Jadi Gerakan Hybrid Inklusif untuk Rakyat
Dari kejadian ini, Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan tidak mudah percaya dengan cerita mendadak tanpa bukti jelas. Jika merasa dirugikan, warga diminta segera melapor agar penanganan bisa dilakukan.***