Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa kasus kekerasan terhadap bayi dalam rumah tangga kerap tak terungkap karena sulitnya pelaporan, terlebih jika tidak ada saksi langsung.
Namun, video seperti ini dapat menjadi alat bukti penting bila dilaporkan ke kepolisian atau dinas sosial setempat.
Psikolog anak dari Universitas Airlangga, dr. Henny Oktaviani, menyampaikan bahwa pemukulan terhadap bayi — meskipun hanya menggunakan benda plastik seperti botol susu — dapat berdampak serius terhadap perkembangan mental dan emosional anak.
Baca Juga: Bank BRI dan Mandiri Pastikan Dana Nasabah Aman di Tengah Penataan Rekening Dormant
“Bayi akan merekam pengalaman traumatis ini secara emosional, meskipun mereka belum bisa bicara. Luka batinnya bisa bertahan hingga dewasa,” jelasnya.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi mengenai identitas pelaku dan lokasi kejadian dalam video.
Namun, tekanan publik mendorong agar pihak berwajib segera mengusut kasus ini dan memastikan bayi tersebut berada dalam perlindungan yang aman.
Baca Juga: Detik Mencekam, Mobil Pikap Penuh Penumpang Melaju dan Terbalik di Tikungan!
METROSELEBES.COM menyerukan kepada seluruh masyarakat: jika menyaksikan kekerasan terhadap anak, segera laporkan ke polisi atau lembaga perlindungan anak.
Jangan biarkan kekejaman berlangsung demi viralitas semata. Suara anak-anak adalah tanggung jawab kita semua.***