Dan di langkah 18, Magnus melakukan kesalahan dengan Gajah ke e6, mengizinkan kuda D6.
Magnus kembali melakukan kesalahan, benteng D8. Alireza Firouzja segera memajukan pion C menyerang kuda, kuda B6 dan pion C5 memperkuat posisi kuda.
Kuda D5, pion B6 gajah E4, pion B6, kuda d4, gajah D7, lalu gajah makan kuda, pion makan,
dan menteri makan pion, membuat Alireza unggul satu pion.
Magnus menukar pion, pion makan. Lalu benteng B8, tapi Alireza Firouzja segera mengadu benteng. Benteng makan, benteng makan. Kemudian benteng diadu, benteng ditukar, gajah makan.
Selanjutnya kuda F3 dan gajah ke petak C7. Menteri ke b4, gajah ke C6. Alireza Firouzja kemudian melakukan forking, menteri D7 dan kuda makan pion.
Alireza Firouzja unggul dua pion. Magnus sudah kalah, tapi dia masih mencoba gajah A4, menteri B7 dan setelah pion D4, pion ke C6 memaksa menteri mundur. Kemudian menteri B4, gajah C2 dan kuda ke B5. Gajah menyerang pion tapi Alireza Firouzja menghilangkan gajah. Menteri makan dan kuda makan pion. Magnus mengambil pion, kemudian menteri C4 mendukung promosi pion.
Disini Magnus masih mencoba menteri g5 ancaman skak mat, tapi pion F3.
Dan setelah menteri ke e3 skak, Alireza menggeser raja ke h1.
Magnus langsung menyerah karena Alireza Firouzja punya terlalu banyak pion bebas.
Perlu diketahui, Alireza Firouzja menjadi sorotan pada tahun 2020 saat usianya masih 16 tahun. Kala itu, dia mengalahkan Magnus Carlsen dalam Final Banter Blitz Cup Chess24.
Setahun kemudian, ia menjadi pemain termuda yang berhasil melampaui rating klasik 2800, dan Magnus Carlsen ingin bertanding dalam kejuaraan dunia dengannya.
Namun, talenta Generasi Z ini telah mengalami kesulitan belakangan ini, terutama dalam upayanya untuk lolos ke kejuaraan dunia melalui dua Turnamen Kandidat terakhir.
Pada Kandidat 2022, ia terkenal karena memainkan catur peluru sepanjang malam dan berakhir setengah poin di atas peringkat terakhir, dan pada Kandidat 2024, Firouzja berada di peringkat kedua dari belakang. ***