politik

Gerindra Kritik Rapor Celios, Sugiat Santoso Pertanyakan Klaim 75 Persen Responden Stres

Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:25 WIB
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengkritik laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Celios. (Dok.Instagram@sugiatsantoso73)

Inti berita:

• Gerindra mempertanyakan objektivitas laporan Celios dua tahan pemerintahan Prabowo-Gibran.

• Lembaga tersebut menyoroti keluhan responden terkait ekonomi, pekerjaan, dan penegakan hukum.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA – Laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) menuai kritik dari Partai Gerindra. Partai tersebut mempertanyakan objektivitas penilaian, terutama terkait klaim mayoritas responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai penyesuaian kebijakan fiskal dan ekonomi pemerintah bertujuan menjaga fondasi keuangan negara dalam jangka panjang. Karena itu, menurut dia, kebijakan tersebut tidak semestinya dinilai hanya dari satu sudut pandang.

Baca juga: Foto Rudy Mas’ud di Singapura Viral saat Karhutla, Pemprov Ungkap Alasan Perjalanan

“Dinamika penyesuaian kebijakan fiskal dan ekonomi yang ditempuh pemerintah semata-mata dilakukan untuk menyelamatkan fondasi keuangan jangka panjang negara,” kata Sugiat di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Sugiat juga mempersoalkan hasil survei Celios yang menyebut 75 persen dari 1.122 responden mengaku stres terhadap kebijakan pemerintah. Ia menilai kesimpulan tersebut berlebihan dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi masyarakat secara keseluruhan.

Baca juga: Polda Sulsel Bongkar Penipuan WhatsApp, Korban Rugi Rp50 Juta akibat Akun Disalahgunakan 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, sebelumnya menjelaskan bahwa keluhan responden mencakup kenaikan harga kebutuhan pokok, kesulitan memperoleh pekerjaan, dan persoalan penegakan hukum. Temuan tersebut menggambarkan persepsi responden dalam survei Celios.

Baca juga: Ekspedisi Patriot Unhas Gandeng BKSDA, Habitat Julang Papua di Weri-Saharey Jadi Perhatian 

Selain persoalan ekonomi, Sugiat membantah penilaian mengenai pembatasan kebebasan sipil. Ia menilai ruang demokrasi tetap terbuka karena masyarakat masih dapat menyampaikan kritik terhadap pemerintah, termasuk melalui laporan yang diterbitkan Celios.

Gerindra menegaskan kinerja pemerintahan perlu diukur melalui pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan. Di sisi lain, temuan Celios menyoroti keluhan masyarakat yang perlu dicermati melalui data dan evaluasi kebijakan secara menyeluruh. (*)

Halaman:

Tags

Terkini