Tanpa membandingkan data survei dari berbagai periode dan bukti lain, faktor-faktor tersebut belum bisa dipastikan sebagai penyebab tunggal kekalahan Ganjar.
Baca juga: Marc Marquez Akhirnya Tuntaskan Race Mandalika, Finis Keenam Tak Hapus Catatan Bersejarahnya
Aktivis PENA 98 Hasbi Lodang memprediksi perubahan tersebut tidak terlepas dari efek Jokowi yang menempatkan anaknya berpasangan dengan Prabowo. "Jadi, waktu tiga tahun itu cukup untuk membalikkan keadaan dengan dukungan dan basis suara dari Jokowi," terang Hasbi L.
Perjalanan dari puncak survei menuju posisi ketiga dalam hasil pemilu akhirnya memperlihatkan perbedaan mendasar antara elektabilitas dan suara nyata. Ganjar pernah unggul atas Prabowo dalam survei Y-Publica pada Mei 2021, tetapi hasil Pilpres 2024 menunjukkan Prabowo–Gibran meraih suara terbanyak.
Mengurai penyebab perbedaan itu membutuhkan penelusuran terhadap perubahan politik yang berlangsung di antara kedua peristiwa tersebut. (*)
(Fir/Ade)