Ganjar Unggul dalam Survei 2021, Mengapa Justru Kalah dari Prabowo di Pilpres 2024?

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Senin, 12 Oktober 2026 | 14:10 WIB
Tampak Ganjar Pranowo pernah mencatat elektabilitas 20,2 persen dalam survei Y-Publica Mei 2021, melampaui Prabowo Subianto yang meraih 16,7 persen. (Dok.Instagram@ganjar pranowo)
Tampak Ganjar Pranowo pernah mencatat elektabilitas 20,2 persen dalam survei Y-Publica Mei 2021, melampaui Prabowo Subianto yang meraih 16,7 persen. (Dok.Instagram@ganjar pranowo)

Inti berita:

• Ganjar Pranowo pernah memimpin survei Y-Publica dengan elektabilitas 20,2 persen pada Mei 2021 

• Tiga tahun kemudian, pasangan Ganjar–Mahfud hanya memperoleh 16,47 persen suara pada Pilpres 2024.

• Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa elektabilitas pada satu periode tidak otomatis menentukan hasil pemilu.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA — Angka survei pernah menempatkan Ganjar Pranowo di atas Prabowo Subianto. Pada Mei 2021, elektabilitas Ganjar bahkan menembus 20,2 persen, sedangkan Prabowo berada di angka 16,7 persen. Namun, hasil Pilpres 2024 memperlihatkan kenyataan berbeda. Ganjar yang berpasangan dengan Mahfud MD harus mengakhiri kontestasi di posisi ketiga.

Hasil survei Y-Publica yang dirilis pada 26 Mei 2021 itu menjadi salah satu gambaran awal persaingan menuju Pilpres 2024. Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, menyebut elektabilitas Ganjar terus meningkat hingga mencapai angka tertinggi sejak survei Maret 2020. Saat itu, Ridwan Kamil menyusul di posisi ketiga dengan 15,9 persen, sementara Anies Baswedan memperoleh 7,6 persen.

Baca juga: 12 Orang Tewas dan 309 Terluka dalam Serangan Riyadh, Begini Peringatan Kemenhaj untuk Jemaah Umrah 

Namun, tingginya elektabilitas dalam survei tidak otomatis menjamin kemenangan ketika pemungutan suara berlangsung. Survei Y-Publica tersebut dilakukan pada 1–10 Mei 2021 terhadap 1.200 responden melalui sambungan telepon. Angka itu merekam kecenderungan dukungan pada periode tertentu, bukan hasil akhir pilihan pemilih hampir tiga tahun kemudian.

Perubahan peta politik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pada Pilpres 2024, Ganjar berpasangan dengan Mahfud MD dan bersaing dengan dua pasangan lain, yakni Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka serta Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar.

Dengan demikian, persaingan tidak lagi sekadar mengukur popularitas nama calon presiden, tetapi juga melibatkan pasangan calon, dukungan politik, serta pilihan pemilih di antara tiga pasangan yang tersedia.

Baca juga: Double Pedal Rusak Tak Padamkan Euforia Deathbat, Avenged Sevenfold Hadirkan Kejutan di JIS 

Hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan pasangan Prabowo–Gibran memperoleh 96.214.691 suara atau sekitar 58,59 persen. Pasangan Anies–Muhaimin meraih 40.971.906 suara atau 24,95 persen, sedangkan Ganjar–Mahfud memperoleh 27.040.878 suara atau 16,47 persen. Selisih tersebut memperlihatkan bahwa posisi Ganjar dalam survei 2021 tidak bertahan hingga pemungutan suara Pilres 2024 lalu.

Lantas, mengapa perubahan itu bisa terjadi? Jawabannya tidak dapat ditentukan hanya dari satu hasil survei. Perlu ditelusuri bagaimana dukungan terhadap Ganjar berkembang setelah 2021, dinamika pencalonan di internal partai, pembentukan pasangan calon, kekuatan koalisi, serta perubahan preferensi pemilih selama masa kampanye.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X