Berita Inti:
- Hamshahri menerbitkan sampul Trump dalam bidikan senapan, menegaskan pesan pembalasan dan tuntutan keadilan Iran resmi.
- Pemimpin Iran, ulama, serta parlemen menyerukan pertanggungjawaban hukum atas korban perang melalui mekanisme nasional internasional.
- Penerbitan sampul memicu perhatian dunia, memperlihatkan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika, dan Israel kembali.
METROSELEBES.com,TEHERAN-Harian Hamshahri, salah satu surat kabar dengan oplah terbesar di Iran yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Teheran, menerbitkan edisi utama bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada dalam bidikan teleskop senapan dengan tajuk besar “Pembalasan Sudah Pasti” pada 30 Juni 2026, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pascaperang, sembari memuat pesan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei mengenai perlunya membawa pihak yang disebut sebagai penjahat perang ke pengadilan serta memuat berbagai pernyataan ulama dan anggota parlemen Iran yang menyerukan penegakan keadilan atas terbunuhnya para pemimpin dan warga Iran. Informasi ini dilaporkan Hamshahri Online (30 Juni 2026) dan turut diberitakan RT Arabic (30 Juni 2026).
Di atas foto Donald Trump, Hamshahri mencetak kalimat "Pembalasan Sudah Pasti", disertai subjudul "Para penjahat perang harus dimintai pertanggungjawaban."
Surat kabar tersebut menyebutkan bahwa kalimat tersebut berasal dari pesan resmi Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei, yang disampaikan bertepatan dengan Pekan Kehakiman Iran.
Dalam pesannya, Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa darah rakyat Iran yang menurut pemerintah Iran tertumpah secara tidak sah harus memperoleh keadilan melalui mekanisme hukum nasional maupun internasional.
Ia juga menyatakan bahwa berbagai pernyataan terbuka sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel mengenai operasi militer terhadap Iran dapat menjadi bagian dari bukti yang menurut pandangan Iran mendukung proses hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Ketua Lembaga Kehakiman Iran, Hujjatul Islam Gholamhossein Mohseni Ejei, kemudian menyampaikan surat kepada Pemimpin Revolusi yang menegaskan kesiapan seluruh aparat peradilan untuk melaksanakan arahan tersebut secara cepat sesuai kewenangan hukum Republik Islam Iran.
Penerbitan sampul Hamshahri segera menarik perhatian media internasional karena dianggap mencerminkan meningkatnya ketegangan politik antara Teheran dengan Washington setelah konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Sejak pergantian kepemimpinan tertinggi di Iran, sejumlah analis menilai retorika politik Teheran menunjukkan sikap yang lebih keras dalam merespons perkembangan keamanan kawasan, meskipun kebijakan resmi negara tetap berada dalam kerangka keputusan lembaga-lembaga konstitusional Iran.
Pakar hubungan internasional menilai bahwa dalam setiap konflik modern, narasi media massa sering menjadi instrumen diplomasi publik yang digunakan negara untuk membentuk opini domestik maupun internasional, sehingga sampul sebuah surat kabar yang memiliki kedekatan dengan institusi negara kerap dipandang memiliki nilai simbolik yang besar.
Ulama dan Parlemen Iran Serukan Penegakan Keadilan
Hamshahri juga memuat rangkaian pernyataan sejumlah ulama senior Syiah yang menyerukan perlunya mempertanggungjawabkan pihak yang menurut mereka berada di balik terbunuhnya para pemimpin dan pejabat tinggi Iran.
Ayatollah Hussein Nouri Hamedani menyatakan bahwa membela hak para korban merupakan kewajiban seluruh umat Islam menurut pandangan fikih yang beliau sampaikan.
Ayatollah Abdullah Javadi Amoli menyerukan agar pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian pemimpin Iran dimintai pertanggungjawaban.
Ayatollah Naser Makarem Shirazi juga menyebut Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang menurut pandangannya harus bertanggung jawab atas tragedi tersebut.