Baca juga: Aturan Baru Pilah Sampah Makassar Tuai Keluhan, Warga Sebut Sampah Mulai Menumpuk di Permukiman
“Bapak pegawai? Kenapa saya tidak pernah lihat Bapak kalau ada acara di pemerintahan?” ucap Austina. “Bapak anggota media? Saya barusan bersih-bersih bendera. Sebentar, saya pasang,” kata Austina.
Namun, pria tersebut tetap menyampaikan desakan dengan nada tinggi. “Kenapa sebentar? Harus dipasang sekarang!” ucapnya.
Ucapan tersebut langsung dibalas Austina. “Bapak yang mau pasangkan?” tanya Austina. Pria itu sempat terdiam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.
Baca juga: Salat Subuh di Tengah Lomba, Robi Syianturi Tetap Juara Marathon Nasional Surabaya
Video tersebut akhirnya memantik beragam reaksi warganet. Sebagian mempertanyakan cara penyampaian teguran yang dinilai terlalu keras, sementara persoalan pemasangan bendera sendiri seharusnya dapat disampaikan melalui komunikasi yang santun. Peristiwa ini pun menjadi pengingat bahwa imbauan atas nama adat maupun kepentingan kemerdekaan tetap perlu disampaikan dengan cara yang menghormati kedua belah pihak. (*)
(Asb/Sam)
Artikel Terkait
Rekaman Demo Lama Dikemas Jadi Ancaman Aksi Jelang 17 Agustus, Polisi Tangkap Pemilik Akun TikTok
HUT ke-1866 Dewa Kwan Kong, Jejak Panjang Tradisi Tionghoa dan Toleransi di Makassar
Febri Melawan! Resmi Ajukan 2 Praperadilan, Kejagung dan Polri Digugat
Datangi DPD PDI Perjuangan Sulsel, APR Lutim Soroti Kinerja Ketua DPRD soal Konflik Laoli
Detik-detik Poros Enrekang–Makassar Tertutup Pohon Tumbang, SUV Rusak dan Kendaraan Mengular