Inti berita:
• Robi Syianturi tetap menunaikan Salat Subuh di tengah lomba Surabaya Marathon dan berhasil meraih juara 1 kategori Marathon Nasional Putra.
METROSELEBES.com, SURABAYA – Sebuah aksi menyentuh hati sekaligus menginspirasi jagat maya datang dari lintasan lari maraton nasional. Atlet lari jarak jauh andalan Indonesia, Robi Syianturi, membuktikan bahwa mengejar garis finis memang penting, namun mengejar rida Sang Pencipta tetap menjadi prioritas nomor satu.
Di tengah ketatnya persaingan kompetisi, Robi tertangkap kamera tetap menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah Salat Subuh di pinggir jalan beralaskan daun seadanya. Luar biasanya, pengorbanan waktu tersebut tidak menghalanginya untuk keluar sebagai Juara 1 kategori National Male (Marathon Nasional Putra).
Momen yang mendadak viral di media sosial ini terjadi saat Robi mengikuti ajang bergengsi Surabaya Marathon pada Ahad, 2 Agustus 2026. Demi menjaga kewajibannya sebagai seorang muslim, Robi memilih menepi sejenak di trotoar saat perlombaan masih berlangsung.
Tanpa sajadah, ia memanfaatkan daun besar di sekitar jalan sebagai alas sujud. Tak hanya itu, ia juga meminjam celana panjang dari salah satu penonton di pinggir rute lari demi memastikan auratnya tertutup sempurna saat menghadap Sang Khalik.
Baca juga: 5,5 Juta Buku Dikirim ke 38 Provinsi, Sasar Sekolah Paling Minim Akses Bacaan
"Subhanallah...menetes air mataku cuk, disaat kita dalam keadaan santai tapi panggilan sholat sering kita abaikan sementara beliau dalam keadaan berkegiatan tanpa buang waktu langsung melakukan perintah sholat," tulis Sig Uragura
Setelah menyelesaikan salatnya dengan khusyuk, Robi kembali berlari dengan sisa energi dan fokus yang luar biasa. Ia berhasil mengejar ketertinggalan dan sukses menyabet podium pertama kategori Marathon Nasional Putra dengan catatan waktu fantastis, yakni 2 jam 26 menit 54 detik.
Aksi religius di tengah race ini ternyata bukan yang pertama kali dilakukan oleh pelari asal Belitung tersebut. Sebelumnya, pada ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) Juni 2026 lalu, Robi juga melakukan hal serupa. Karena bendera start dikibarkan pukul 04.00 WIB sebelum waktu subuh, Robi sengaja berhenti sekitar 3 menit di Kilometer 14 untuk beribadah.
Baca juga: Polairud Perkuat Pengamanan Laut Selayar, Pos Kapal Patroli Resmi Berdiri di Pulau Jinato
Meski posisinya sempat tertinggal oleh pelari lain, Robi membuktikan tekadnya. Ia berhasil finis di urutan pertama kategori nasional dengan waktu 2 jam 27 menit 58 detik. Kisah nyata dari Robi Syianturi ini langsung memanen pujian luas dari netizen Indonesia. Banyak yang menyebutnya sebagai definisi nyata dari rezeki dan kemenangan yang tidak akan pernah tertukar jika seseorang mendahulukan penciptanya. (*)