Laga Hidup Mati Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Siapa Menyusul Spanyol?

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Rabu, 15 Juli 2026 | 16:12 WIB
Argentina dan Inggris berebut tiket final Piala Dunia 2026. Messi mengandalkan mental juara, sementara Inggris datang dengan kekuatan baru. (Dok.fifaworldcup)
Argentina dan Inggris berebut tiket final Piala Dunia 2026. Messi mengandalkan mental juara, sementara Inggris datang dengan kekuatan baru. (Dok.fifaworldcup)

Inti berita:

• Argentina dan Inggris akan saling berhadapan pada semifinal Piala Dunia 2026.

• Mereka akan memperebutkan satu tiket terakhir ke final menghadapi Spanyol yang lebih dulu lolos usai menundukkan Prancis.

• Laga diprediksi berlangsung sengit dari awal hingga akhir karena mempertemukan pengalaman dan mental juara Argentina dengan kekuatan generasi baru Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.

 

MetroSelebes.com, ATLANTA–Argentina akan menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB, untuk memperebutkan satu tiket terakhir ke final menghadapi Spanyol. Duel ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan pengalaman Lionel Messi bersama Argentina dengan kekuatan generasi baru Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.

Bagi Argentina, laga ini menjadi kesempatan menjaga status sebagai juara bertahan sekaligus membuka peluang Lionel Messi menutup karier internasionalnya dengan satu pencapaian besar lagi. Dalam wawancara resmi yang dikutip The Guardian, Messi menegaskan bahwa pertandingan semifinal hanya bisa dimenangkan oleh tim yang memiliki karakter kuat. "Kami tahu seluruh dunia, kecuali Inggris, ingin melihat kami menang. Tapi di semifinal seperti ini, sejarah tidak akan membantu Anda mencetak gol. Kami harus bermain dengan hati yang dingin dan mentalitas baja sejak menit pertama. Ini adalah laga hidup mati kami," ujar sang kapten.

Baca juga: Penalti Oyarzabal Jadi Titik Balik, Spanyol Bungkam Prancis 2-0 dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Meski Argentina datang dengan pengalaman dan mental juara, Inggris tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim besutan Thomas Tuchel dinilai tampil lebih matang sepanjang turnamen dengan mengandalkan transisi cepat, organisasi permainan yang disiplin, serta kreativitas para pemain mudanya seperti Jude Bellingham dan Bukayo Saka yang menjadi motor serangan.

Pengamat sepak bola internasional Martin Green dari CBS Sports menilai Inggris justru memiliki modal besar untuk merepotkan Albiceleste. "Inggris saat ini adalah tim yang sangat mengerikan dalam situasi transisi cepat. Keberadaan Jude Bellingham dan Bukayo Saka memberikan dinamika yang sulit diredam oleh bek sayap Argentina yang cenderung ofensif. Jika Argentina terlalu asyik menyerang, lini depan Inggris memiliki insting membunuh yang sangat klinis di turnamen ini," katanya.

Baca juga: Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol Ungguli Prancis 1-0 Lewat Titik Putih di Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026

Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyadari ancaman tersebut. Berdasarkan laporan FOX Sports, ia telah menyiapkan skema khusus untuk membatasi pergerakan lini kedua Inggris yang sering dipimpin Bellingham. Di sisi lain, Thomas Tuchel diperkirakan tetap mengandalkan pertahanan rapat, peran Declan Rice sebagai penyeimbang lini tengah, serta efektivitas bola mati yang menjadi salah satu kekuatan utama The Three Lions.

Secara gaya bermain, kedua tim menawarkan pendekatan yang berbeda. Argentina mengandalkan kreativitas Lionel Messi, kombinasi operan pendek Rodri De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernández, serta fleksibilitas formasi yang dapat berubah sesuai situasi pertandingan. Sebaliknya, Inggris lebih mengutamakan permainan vertikal, kecepatan serangan balik, dan efisiensi dalam memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan.

Baca juga: KPK Telusuri Dugaan Jejak Suap Audit BPK di Muara Enim, Rumah Bobby Adhityo Rizaldi Ikut Digeledah 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X