METROSELEBES.COM - Kasus penganiayaan yang berujung tewasnya Kepala Sekolah (Kepsek) TK Negeri Pertiwi Pullauweng Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Andi Marhani terungkap sudah.
Pelakunya ternyata pacar korban, Didi, yang sudah menyerahkan diri ke Polres Bantaeng, Minggu (2/4/2023).
Peristiwa penganiayaan Kepsek di Bantaeng, Andi Marhani terjadi di Jalan Bolu, Bantaeng, pada Minggu 19 Maret 2023 sekira pukul 17.30 WITA.
Baca Juga: Sumber Kekayaan Nabi Sulaiman Ditemukan di Tengah Gurun Israel, Ternyata...
Motif penganiayaan sendiri diduga karena cekcok biasa laiknya pasangan kekasih.
Namun Didi naik pitam dan mengananiaya pacaranya itu dengan tangan kosong.
Tapi pukulan tinju dari Didi ke bagian kepala korban membuat Ibu Kepsek itu mengalami pendarahan di bagian pelipis.
Baca Juga: Gregoria Mariska Tunjung Juara Spain Masters 2023, Dapat Hadiah Segini
Andi lalu meminta tolong kepada warga sekitar. Namun Didi sendiri membawa Andi ke RSUD Prof Anwar Makkatutu, Bantaeng. Setelah itu, Didi menghilang.
Tiga hari menjalani perawatan medis, Andi meninggal dunia. Sementara Didi dalam pengejaran polisi alias buron.
Setelah 14 hari dalam pelarian, Didi akhirnya menyerahkan diri ke polisi pada Minggu malam lalu, ditemani keluarganya.
"Iya (pelaku sudah diamankan) dan menyerahkan diri," kata Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara, Senin (3/4/2023).
Baca Juga: Batal Dihelat di Indonesia, Presiden FIFA Ungkap Kandidat Kuat Tuan Rumah Piala Dunia U20
Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Rudi, mengatakan Didi dijerat pasal berlapis dan terancam penjara 15 tahun.
Artikel Terkait
Heboh Gubernur Sulsel Bantu Emak-emak Ganti Ban di Pinggir Jalan
Sekda Kendari Ridwansyah Taridala Ditahan Kejati Sultra, Ini Kasusnya
Kasus Suap Izin Alfamidi: Selain Sekda Ridwansyah, Kejati Sultra Juga Tahan Seorang Staf Ahli
Profil Ridwansyah Taridala, Alumni UGM, Belum Genap Setahun Jabat Sekda Kendari
Diduga Lakukan Penipuan, Selebgram Ajudan Pribadi Ditangkap Polisi