Selain itu, Rp164,4 triliun ini juga akan diarahkan pada peningkatan akses pupuk subsidi, perbaikan sistem distribusi pangan, serta penguatan koperasi tani.
Dengan prioritas ketahanan pangan ini, pemerintah optimis mampu menghadapi potensi gejolak harga global, perubahan iklim, hingga ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi rantai pasok dunia.
“Kita ingin memastikan, rakyat Indonesia tidak lagi resah soal ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” ujar Presiden.
Sebagai perbandingan, alokasi anggaran pangan pada RAPBN 2025 hanya sekitar Rp120 triliun. Kenaikan signifikan di RAPBN 2026 mencerminkan arah kebijakan baru yang menempatkan pangan sejajar dengan sektor pendidikan dan kesehatan.***