Ini menjadikan narasi Zionis tak hanya bermasalah secara etika, tetapi juga gagal secara akademis.
Sementara itu, organisasi HAM internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International juga telah berulang kali menuding Israel melakukan apartheid dan perampasan tanah, sebagaimana dilaporkan dalam berbagai laporan resmi mereka sejak 2021.
Pernyataan Muhammad Husain menjadi refleksi suara rakyat Gaza yang selama bertahun-tahun menyaksikan penggusuran, blokade, dan pembantaian, yang menurutnya tak bisa ditutupi oleh propaganda media manapun.
“Bicaralah dengan fakta, bukan dengan fiksi kolonial,” pungkas Husain sambil menantang aktivis pro-Israel itu untuk datang langsung ke Gaza dan melihat kenyataan di lapangan.
Dengan debat ini, Muhammad Husain memperkuat narasi bahwa kebenaran sejarah bukan milik penjajah, melainkan milik mereka yang menjadi korban.
Dan suara seperti milik Shlomo Sand dan rakyat Palestina terus membongkar mitos Zionisme yang telah lama digunakan untuk membenarkan kejahatan kemanusiaan di tanah Palestina.***