MAKASSAR, METROSELEBES.COM – Distribusi gas subsidi yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat karena langka dan mahal akibat ulah pengepul, kini mulai terkendali.
Melalui program Kopdes/Kel Merah Putih, distribusi gas LPG subsidi dikelola langsung oleh koperasi desa.
Dengan sistem ini, harga gas menjadi resmi, transparan, dan masyarakat bisa membeli tanpa embel-embel biaya tambahan.
Dulu, masyarakat tak punya pilihan selain membeli gas dari pengepul dengan harga yang jauh di atas normal karena barang ditimbun.
Baca Juga: Hakim AS Tolak Gugatan Penulis terhadap Meta dalam Kasus Pelanggaran Hak Cipta oleh AI
Tengkulak bebas menentukan harga, sementara warga hanya bisa pasrah.
“Walaupun mahal, kita gak punya pilihan lain selain di sini,” begitu gambaran yang pernah terjadi selama bertahun-tahun.
Namun, sejak kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, distribusi gas subsidi mulai berjalan adil dan teratur. Sistem baru ini membuat gas LPG bersubsidi lebih mudah didapat dengan harga yang ditetapkan pemerintah.
Tidak ada lagi perantara yang memainkan harga karena gas langsung dikelola koperasi dan disalurkan kepada warga.
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), praktik penimbunan dan distribusi tidak tepat sasaran menjadi penyebab utama kelangkaan LPG subsidi di banyak daerah.
Tahun 2023, pemerintah mencatat adanya potensi kerugian negara akibat distribusi tidak tepat sasaran mencapai Rp1,9 triliun.