JAKARTA, METROSELEBES.COM – Satelit nano pertama buatan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dengan nama RIDU-SAT 1 akhirnya sukses mengorbit dari Stasiun Peluncuran SpaceX Vandenberg, California, Amerika Serikat.
Satelit ini diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 dalam misi Transporter-14 pada pukul 04.26 WIB, menandai tonggak bersejarah Indonesia dalam kemandirian teknologi antariksa.
RIDU-SAT merupakan hasil kolaborasi sivitas akademika Unhan RI bersama Berlin Nanosatellite Allianz (BNA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta AMSAT-ID.
Baca Juga: DPR RI Buka Masa Sidang IV, Fokus Tangani PHK dan Stimulus Ekonomi
Kehadiran RIDU-SAT menjadi bukti konkret bahwa Indonesia mampu bersaing dalam pengembangan satelit nano berteknologi tinggi.
RIDU-SAT dirancang untuk menunjang pendidikan, riset komunikasi darurat berbasis APRS (Automatic Packet Reporting System), serta membantu penanganan di wilayah terpencil dan rawan bencana.
Satelit ini terlepas dari dispenser di posisi ke-7 setelah enam satelit lainnya pada waktu T+00.50.00 (05.16 WIB), dan sukses memasuki orbit polar dengan ketinggian 519 km.
Setelah tiga jam berada dalam mode radio silent, RIDU-SAT mulai berkomunikasi pertama kali dengan Ground Station Unhan RI sekitar pukul 12.00 WIB.
Menurut data BRIN, Indonesia telah meluncurkan lebih dari 20 satelit kecil sejak tahun 2007, namun RIDU-SAT menjadi yang pertama murni dikembangkan dari institusi pertahanan.
Ke depan, satelit serupa diharapkan dapat memperkuat jaringan komunikasi strategis nasional, khususnya dalam mendukung operasi kemanusiaan dan mitigasi bencana di Tanah Air.
Baca Juga: Sidang Uji Materi UU MD3: Meritokrasi Diuji, Gender Tak Jadi Tolak Ukur Tunggal
Dengan pencapaian ini, Unhan RI menunjukkan bahwa orbit bukan lagi sekadar mimpi bagi bangsa Indonesia, tapi medan baru yang siap dijelajahi demi kemajuan pertahanan dan teknologi nasional.***