JAKARTA, METROSELEBES.COM – Kopersi Desa kembali menjadi sorotan sebagai pemain kunci dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional.
Hal ini disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi saat hadir sebagai narasumber dalam Webinar Series Universitas Diponegoro, Jumat (20/6/2025).
Menkop menekankan bahwa kerja sama strategis antar akademisi dan mahasiswa dengan koperasi desa dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan inklusif.
Dalam paparannya, Budi Arie Setiadi menyebutkan bahwa koperasi desa dapat tumbuh menjadi pondasi kuat bagi daerah hingga tingkat nasional.
“Keterlibatan aktif mahasiswa dan akademisi diperlukan agar koperasi dapat bertransformasi menjadi lembaga modern yang adaptif dengan teknologi dan kebutuhan zaman,” tegas Menkop.
Data dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2023 mencatat, terdapat lebih dari 127.000 koperasi aktif di Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 25 juta orang.
Sekitar 60% dari total jumlah koperasi berada di tingkat desa, menjadikan koperasi desa sebagai garda depan penggerak ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Ribuan Warga Turun Tangan, Akurasi Data Bansos Melesat Berkat Aplikasi Cek Bansos
Dukungan dari kalangan akademisi juga terbukti dapat membawa dampak positif, seperti peningkatan tata kelola, pengembangan produk, dan perluasan akses pasar bagi koperasi.
Saat ini, koperasi desa juga didorong untuk masuk ke dalam ekosistem digital guna memperluas jangkauan dan daya saing.
Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan pusat inovasi, koperasi dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengoptimalkan operasional dan pelayanan kepada anggotanya.
Baca Juga: Musdesus Jadi Motor Demokrasi Ekonomi, Koperasi Desa Lahir dari Kesepakatan Rakyat
“Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi soal membangun sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat, dari tingkat desa hingga tingkat nasional,” pungkas Menkop.***