SLEMAN, METROSELEBES.COM - Koperasi Kalurahan Merah Putih Tamanmartani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berkembang menjadi role model dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.
Koperasi Tamanmartani, yang menjadi bagian dari program percontohan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, memperlihatkan bagaimana koperasi berbasis potensi lokal bisa mendorong perubahan nyata di tingkat masyarakat.
Keberhasilan Koperasi ini berkat sinergi antara pemerintah daerah, pengurus kalurahan, dan partisipasi aktif masyarakat desa. Mereka membuktikan bahwa koperasi bukan hanya wadah usaha bersama, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Baca Juga: 3 Strategi Pemerintah untuk Koperasi Desa: Kunci Keberlanjutan Ekonomi Lokal
Dukungan penuh dari Kementerian Koperasi dan UKM memperkuat langkah koperasi ini dalam mengembangkan model bisnis yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga setempat.
Kementerian Koperasi juga mendorong agar potensi lokal yang dimiliki Kalurahan Tamanmartani dapat terus dikelola secara optimal.
Harapannya, koperasi Tamanmartani dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun koperasi yang berakar kuat pada potensi dan kearifan lokal masing-masing.
Baca Juga: 8 Tantangan Kopdes Merah Putih: Menjawab Jalan Terjal Menuju Keadilan Ekonomi
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, hingga 2024 terdapat lebih dari 127 ribu koperasi aktif di Indonesia, namun tantangan terbesar masih terkait penguatan kapasitas usaha dan manajemen koperasi di tingkat akar rumput.
Inisiatif seperti yang dilakukan di Tamanmartani diharapkan menjadi salah satu jawaban untuk mengatasi tantangan tersebut.***