Kolaborasi jangka panjang dengan para pengrajin lokal menjadi inti dari setiap proses produksi mereka.
Brand ini menjadi contoh nyata bagaimana bisnis kecil dan menengah (UMKM) dapat memberikan dampak besar jika memiliki misi sosial yang jelas.
Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2023, sektor UMKM menyumbang lebih dari 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dan menyerap 97% tenaga kerja nasional.
Namun, belum banyak yang mengintegrasikan pemberdayaan dan keberlanjutan secara seimbang seperti yang dilakukan Woodka.
Baca Juga: Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
Studi Kasus dan Dukungan Eksternal
Sebuah laporan dari UNDP Indonesia (2022) menyebutkan bahwa bisnis sosial dan inklusif kini menjadi tren di kalangan generasi muda karena dianggap tidak hanya menguntungkan, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat.
Woodka termasuk dalam kategori tersebut dan telah mendapat pengakuan di berbagai media nasional serta mengikuti program pemberdayaan wirausaha perempuan seperti "SheDisrupts Indonesia".
Melalui model bisnisnya yang berbasis komunitas dan keberlanjutan, Woodka menegaskan bahwa waktu bukan hanya untuk dijalani, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk membangun sesuatu yang bermakna bagi lebih banyak orang.
Baca Juga: Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Bukti Kemandirian Pertanian Nasional
Dengan pendekatan ini, Woodka bukan sekadar menjual jam tangan—tetapi juga memberi waktu bagi setiap tangan untuk menciptakan karya.***