YOGYAKARTA, METROSELEBES.COM – Dalam era modern yang serba cepat, merek lokal seringkali dipandang sebelah mata.
Namun, Woodka, sebuah brand jam tangan kayu asal Yogyakarta, justru membuktikan bahwa produk lokal mampu menjadi lebih dari sekadar produk: ia bisa menjadi wadah karya dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan pendekatan berkelanjutan dan inklusif, Woodka, Arloji Lokal yang menghadirkan kombinasi antara desain unik, nilai budaya lokal, serta misi sosial yang kuat.
Baca Juga: Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer
Woodka mempekerjakan 20 orang di Yogyakarta dan memberdayakan 12 penjahit perempuan di Garut untuk merajut tali jam tangan secara handmade.
Tidak hanya menciptakan produk estetis dan fungsional, Woodka juga mengusung nilai keberlanjutan dengan membuka ruang kreativitas bagi perempuan agar tetap dapat berkarya dari rumah.
Budaya Lokal dalam Setiap Detik
Nama Woodka sendiri berasal dari kata “Wood” (kayu) dan “Ka” (karya), mencerminkan filosofi mendalam tentang karya berbasis kayu yang menjadi identitas brand ini.
Baca Juga: Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina
Dalam setiap desain jam tangan Woodka, budaya lokal Indonesia dihadirkan secara kasual dan menyenangkan (fun), membuatnya cocok dipakai sehari-hari sambil tetap membawa nilai kearifan lokal.
Trianita Adhi, co-founder dan Brand Director Woodka, menegaskan bahwa sejak awal pihaknya percaya brand lokal harus menjadi enabler bagi masyarakat sekitar, terutama pengrajin lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bisnis lokal bisa menjadi penggerak perubahan, bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sosial,” ujar lulusan School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung ini.
Pendekatan Berbasis Kolaborasi dan Dampak Sosial
Tak hanya memproduksi barang, Woodka juga menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.