JAKARTA, METROSELEBES.COM - Ekspor perdana jagung Indonesia ke Malaysia menandai tonggak penting dalam sejarah sektor pertanian nasional.
Momentum ini menunjukkan bahwa produksi jagung nasional kini berlimpah dan mampu memenuhi pasar ekspor, menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia menuju kemandirian pangan secara nyata.
Dalam upaya ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Prabowo Subianto melepas langsung ekspor jagung dari Kalimantan Barat.
Baca Juga: Panen Prestasi di Perbatasan: Indonesia Ekspor Jagung Perdana ke Malaysia dari Bengkayang
Panen jagung juga berlangsung di berbagai daerah seperti Jawa Timur, Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan beberapa wilayah lainnya.
Ini adalah hasil kerja keras lintas sektor, termasuk Kementerian Pertanian dan Kepolisian Republik Indonesia di bawah pimpinan Kapolri.
Keterlibatan aktif lembaga negara dalam mendukung pembangunan pertanian ini menjadi bagian penting dari upaya menuju Indonesia yang berlimpah pangan dan semakin mandiri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi jagung Indonesia pada 2023 mencapai 19,7 juta ton, naik sekitar 3,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini didukung oleh peningkatan luas tanam serta intensifikasi pertanian di sejumlah daerah sentra produksi.
Ekspor ini merupakan tindak lanjut dari permintaan resmi pemerintah Malaysia, yang melihat potensi besar dari Indonesia sebagai pemasok jagung regional.
Dengan adanya ekspor ini, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara agraris yang siap menembus pasar global.
Baca Juga: Jagung NTB Tembus Blitar: Strategi Bapanas Jaga Harga dan Penuhi Pakan Ternak