Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau panjang hingga Agustus 2025.
Dalam situasi ini, diversifikasi tanaman menjadi solusi strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi jagung dan ubi jalar mengalami peningkatan signifikan di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan selama periode kemarau tahun lalu, membuktikan bahwa tanaman-tanaman tersebut mampu beradaptasi dalam kondisi minim air.
Baca Juga: Kelapa Merajai Dunia: Ekspor Indonesia Tembus Pasar Global, China dan Malaysia Paling Gemar
Laman Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) juga menyebutkan bahwa kacang hijau dan ubi jalar merupakan komoditas unggulan pada lahan marginal, terutama karena pertumbuhannya yang cepat dan perawatannya yang relatif mudah.***