JAKARTA, METROSELEBES.COM - Pemerintah memastikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tetap optimal di tengah masa transisi pemerintahan dan tekanan global yang tak menentu.
Hingga April 2025, APBN mencatat surplus sebesar Rp4,3 triliun atau 0,02 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja APBN yang positif tersebut menjadi pijakan penting menuju pembangunan tahun 2026.
Baca Juga: Presiden Prabowo Percepat Hilirisasi Nasional, Proyek Strategis Siap Groundbreaking Mulai Juni
Pendapatan negara mencapai Rp810,5 triliun atau 27 persen dari target, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp806,2 triliun atau 22,3 persen.
“APBN tetap menjadi shock absorber yang efektif, menjaga stabilitas ekonomi, melindungi dunia usaha, serta menopang daya beli masyarakat,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (23/5/2025).
Sri Mulyani juga menegaskan pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap ketidakpastian global.
International Monetary Fund (IMF) telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 menjadi 2,8 persen, turun 0,5 poin persentase (pp), sedangkan 2026 menjadi 3,0 persen (-0,3 pp), terutama akibat eskalasi perang dagang.
Baca Juga: Tokoh Oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa Ditangkap atas Dugaan Terorisme Jelang Pemilu
Indonesia turut terdampak, meski lebih terbatas dibanding negara lain. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025 dan 2026 dikoreksi 0,4 pp menjadi 4,7 persen.
Pemerintah tetap optimistis mencapai pertumbuhan ekonomi mendekati 5 persen. Upaya ini didukung reformasi regulasi, penguatan investasi dan perdagangan, serta bauran kebijakan fiskal-moneter yang sinergis.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 tercatat sebesar 4,87 persen (yoy), sedikit menurun dibanding triwulan IV 2024 sebesar 5,02 persen.
Namun ia menilai pertumbuhan ekonomi diperkirakan membaik di semester II 2025, seiring peningkatan belanja pemerintah dan permintaan domestik.